Sudah baikkah “Kata Hati” Anda ?

Pertanyaan di atas sengaja dibuatkan judul karena ada yang merasa dirinya sudah baik tapi segala keputusan dan kebijakannya sudah tidak sesuai dengan ajaran aturan agama dan dari segala kebaikan !.

Misalnya membayar upah yang selalu ditunda-tunda atau dipersulit atau diperberat dengan segala macam aturan. Akhirnya sang pekerja menjadi tidak produktif atau malah berasumsi “yah… paling seperti yang kemarin lagi, banyak aturannya kalau gitu mah lebih baik biasa-biasa saja dah !”

Tidak sesuainya pernyataan yang dibuat dengan kenyataan yang sesungguhnya !. “Pokoknya sesiapa yang bekerja lebih banyak maka tentu honor atau penghasilannya lebih banyak juga pokoknya sesuailah !, Pada kenyataannya ternyata tidak begitu !

Dalam hadis Rasulullah yang terkenal sudah disebutkan “Bayarlah upah pekerja sebelum keringatnya kering, artinya bayarlah upah buruh sesegera mungkin ! “

Efeknya bagi sang pekerja adalah puas ! upahnya cepat dibayarkan dan menambah kepercayaan serta semangat untuk bekerja dan menyelesaikan pekerjaannya sesegera mungkin ! dan menjadikannya lebih percaya kepada tuannya yang memberikan upah itu !

Kembali kepada “Kata Hati” , “Kata Hati” yang baik akan memberikan segala keputusan dan kebijakan yang baik.

“Jangan abaikan “Kata Hati”.” Kita sering kali mendengar nasihat bijak ini. Memang benar “Kata Hati” adalah pengendali langkah dan pemberi informasi yang benar. Siapa pun kita, apa pun profesinya, jika selalu mendengarkan “Kata Hati”, maka senantiasa tepat dalam pengambilan keputusan untuk menentukan prioritas.
“Kata Hati” bersifat universal. Karena, dari “Kata Hati” akan melahirkan kebenaran, keadilan, kasih, sayang, cinta, perdamaian dan sebagainya, yang bersifat universal pula. Tentu yang saya maksudkan disini adalah “Kata Hati” berasal dari orang yang baik dan bijaksana sehingga yang keluar adalah “Kata Hati” yang baik.

Orang yang baik , yang ibadahnya baik, yang imannya baik, yang hatinya digetarkan oleh dzikir kepadaNya akan selalu diberi tuntunan yang baik olehNya sehingga “Kata Hati” yang keluarpun adalah “Kata Hati” yang baik. Segala keputusan dan kebijakannya pun akan dituntunNya.

Untuk mendapatkan “Kata Hati” yang Baik, Getarkan hati kita dengan dzikir sirr menyebut namaNya sebanyak-banyaknya, lebih baik lagi jika dapat melanggengkannya. Insya Allah dengan ridoNya “Kata Hati” yang keluar adalah “Kata Hati” Yang Baik.

Iklan

Tentang Deni Triwardana

Staff Pengajar SMK Negeri 3 Jakarta, Mengajar Mata Diklat: Matematika dan Keterampilan Komputer Pengelolaan Informasi (KKPI)
Pos ini dipublikasikan di Informasi, Kepemimpinan, Opini, Pengalaman, Tasauf dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s