Intervensi Partai Politik Ke Sekolah (3)

Surat SaktiIni cerita yang ketiga tentang intervensi partai politik ke sekolah,
Demi untuk menjaga nama baik partai dan anggota dewan yang terhormat maka saya tidak akan memberikan namanya walaupun sebenarnya yang bersangkutan sohor di bidang pendidikan dan merupakan orang terkenal, semoga Anda dapat menebaknya dengan tepat.
Begini ceritanya.
Suatu hari ada lagi seorang siswa membawa surat sakti (sarat sakti lagi- surat sakti lagi, maklum masa kampanye nih !), isinya sama seperti yang sudah-sudah meminta anak yang membawa surat saktinya dibebaskan dari segala biaya pendidikan.
Sebagai staff saya dan rekan-rekan segera menyelidiki mulai dari siapa yang membuat suratnya sampai kenapa dibuatkan seperti itu.
Selidik punya selidik ternyata menyangkut kampanye juga dari partai yang bersangkutan, jadi dijanjikan si anak akan dibantu, ditolong dapat dibebaskan dari segala biaya pendidikan.
Memang si pembuat surat sakti ini adalah orang yang katanya cukup disegani dikomisi yang membawahi bidang pendidikan. Sehingga surat sakti itu menembus dulu dinas pendidikan, kemudian ke bidang smk lalu sampailah di sekolah di tangan kepala sekolah, Alhamdulillah Kepala Sekolah saya seorang yang rasionalis berfikir logis dan termasuk pemberani juga. Segara home visit ke rumah anak yang mendapat surat sakti ini, untuk mendapatkan data yang lengkap tentang keberadaan yang sebenarnya, kamera pun di bawa untuk membuat foto keadaan rumah si anak lingkungan dan sebagainya sebagai laporan Bapak Kepala Sekolah ke Bidang SMK.
Terlepas dari surat sakti, sebenarnya untuk meminta pembebasan biaya pendidikan atau memohon keringanan sudah ada prosedurnya. Tinggal jalani saja prosedur yang diberikan sekolah sesuai dengan aturan dari dinas pendidikan, bahkan sekolah bisa mencarikan bea siswa untuk anak yang seperti ini.
Saya kecewa banget dengan beliau sebagai anggota dewan yang terhormat yang katanya bergaji tinggi dengan fasilitas yang bagus dan tentunya pandai itu. Sedimikian mudahnya membuat surat sakti untuk mengintervesi ke sekolah, lebih mulia jika beliau menolong si anak yang bersangkutan dengan gajinya atau penghasilannya untuk membiayainya sampai lunas biaya pendidikan si anak itu dari pada membuat surat sakti.
Apakah dengan keberhasilannya membuat surat sakti kemudian surat sakti itu berhasil membebaskan anak itu dari segala biaya pendidikan dapat membuat harum nama partainya ? atau sebagai suatu keberhasilnnya pada komisi yang dibawahinya ? atau sebagai keberhasilannya sebagai pribadi sebagai anggota dewan dan anggota partainya ?

Buat saya ini jelas-jelas intervensi partai politik ke sekolah, Bagiamana menurut Anda ?

Iklan

Tentang Deni Triwardana

Staff Pengajar SMK Negeri 3 Jakarta, Mengajar Mata Diklat: Matematika dan Keterampilan Komputer Pengelolaan Informasi (KKPI)
Pos ini dipublikasikan di Informasi, Kepemimpinan, Pengalaman. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Intervensi Partai Politik Ke Sekolah (3)

  1. ayu berkata:

    Wah belagu banget tuh anggota dewannya, mentang-mentang anggota dewan enak aja bisa menggratiskan gitu, kalau mau ya dengan gajinya dong bayarin !!!!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s