Intervensi Partai Politik Ke Sekolah (1)

Mumpung sedang ramai-ramainya pemilu, ada satu cerita yang ingin saya sampaikan, memang ada kaitannya dengan pemilu, dari dulu sampai sekarang tetap saja tidak berubah selalu ada intervensi partai politik ke sekolah. Ini cerita tentang keberanian seorang kepala sekolah yang menolak intervensi partai politik ke sekolah.
Tahun 1997, waktu itu kepala sekolah SMK Negeri 3 Jakarta adalah Bapak M. Simangunsong, beliau lebih suka dipanggil Pak Mangun, Orang Batak tapi sikap dan perilakunya Jawa, maklum karena lama kuliah di Yogyakarta, Yang masih saya ingat dan terkesan adalah tentang keberanian beliau dengan memengang prinsip kebenaran dan keadilan. Datang ke sekolah selalu lebih pagi dari para guru, dan siswa, bersahaja, keputusan yang diambilnya selalu dengan perhitungan yang matang, seorang penulis buku Akuntansi, juga penulis soal-soal ujian nasional akuntansi pada masanya.
Yang membuat saya terkenang jika saat-saat pemilu seperti ini adalah keberaniannya melawan arus, tidak seperti teman-temannya kepala-kepala sekolah lain. Dimana pada saat itu salah satu partai politik yang berkuasa ada oknum yang meminta sumbangan untuk partainya kesekolah-sekolah. Termasuk ke SMK Negeri 3 Jakarta, beliau tahu semua teman-teman kepala sekolah lain pada memberikan sumbangan sesuai dengan permintaan sang oknum, maklum karena partai yang bersangkutan memang sedang berkuasa, semua kepala sekolah takut, karena memang suasana seperti itu pada masa itu seperti mafia Itali, takut kena black list atau di copot karena dianggap tidak mendukung. Beliaulah satu-satunya kepala sekolah yang menolak memberikan, malah dibalik oleh beliau seharusnya partai politik itulah yang memberikan sumbangan ke sekolah bukan sebaliknya.
Entah memang karena itu, beliau tidak pernah kena mutasi dipindahkan ke sekolah lain, karena dari awal diangkat sampai dua periode berakhir (8 tahun), beliau tetap di SMK Negeri 3 Jakarta. Tetapi ramalan beliau tepat karena setahun kemudian partai yang sedang berkuasa itu, rontok !, tidak punya gigi lagi.
Dan akhirnya beliaupun berbeda dengan kepala sekolah lainnya begitu habis dari jabatan kepala sekolah lebih memilih kembali menjadi guru biasa kembali dengan segala kebersahajaannya, dari pada jadi pengawas atau pejabat di dinas.
Seorang intelektual, filsuf, Penulis Buku-buku akuntansi, keliling Indonesia untuk memajukan ilmu akuntansi di Indonesia.
Jika Anda melihat buku akuntansi dengan penulisnya M. Simangunsong, maka dialah orang yang saya ceritakan di atas
Pak Mangun
Salam Hormat Pak ! Jika membaca postingan ini.

Tentang Deni Triwardana

Staff Pengajar SMK Negeri 3 Jakarta, Mengajar Mata Diklat: Matematika dan Keterampilan Komputer Pengelolaan Informasi (KKPI)
Pos ini dipublikasikan di Informasi, Kepemimpinan, Opini, Pengalaman dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s