PANTASKAH SOEHARTO MENJADI GURU BANGSA ?

Video Terkait

Iklan

Tentang Deni Triwardana

Staff Pengajar SMK Negeri 3 Jakarta, Mengajar Mata Diklat: Matematika dan Keterampilan Komputer Pengelolaan Informasi (KKPI)
Pos ini dipublikasikan di Berita, Informasi, Opini dan tag , , . Tandai permalink.

11 Balasan ke PANTASKAH SOEHARTO MENJADI GURU BANGSA ?

  1. Mukijo berkata:

    Sangat Banget tidak pantas, Mas ! Wong Sangat Jelas-Jelas Koruptor kok di jadikan Guru Bangsa !

  2. Aminah berkata:

    Sungguh bodoh jika kita mengganggapnya sebagai guru bangsa, guru koruptor lha iya !

  3. Rully berkata:

    PKS itu nggak mikir apa !, katanya anti sama korupsi ! kok koruptor di jadikan guru bangsa di iklannya, apa karena dapat subsidi biaya dari keluarganya suharto ? jika iya, aku nggak pilih PKS lagi dah !

  4. henri berkata:

    biar namanya PKS klo udh dpt duit nya cendana ya klepek2 juga…prihatin bgt…skrg gak ada lagi partai yg benar2 bersih dan membawa harapan…

  5. enal berkata:

    menurutku sangat pantas
    wong Suharto itukan pernah membawa bang ini ke masa kejayaan!
    dan pada saat itu kami wong cilik ini merasa sangat aman dan tenteram
    tidak pernah khawatir akan kehidupan esok
    tapi sekarang ? ……..

  6. heru bambang berkata:

    setiap orang punya amal baik dan buruk. apakah sukarno tidak punya dosa sejarah? suharto juga punya punya amal baik. apakah sudah terbukti di pengadilan suharto koruptor? setiap orang boleh punya pendapat apapun tentang suharto, begitupun pks.

  7. rere berkata:

    Sudah rahasia umum, lihat saja anak-anak soeharto kaya raya dari mana ?, lihat saja anak-anak soekarno adakah yang kaya raya ?
    Darimanakah harta mereka ?
    mas.-mas-mas tidak usah dibuktikan dipengadilan jelas-jelas koruptor kok !
    dan jelas-jelas koruptor kok jadi guru bangsa ! guru koruptor lha iyaaaa
    Dasar pks aja kurang kerjaan, alasan rekonsiliasi, makan sendiri deh, tahun depan pemilih mu menurun !!!

  8. Hengki berkata:

    Pantas atau tidak itu hak negara yang menetukannya.
    Namun saya salut sama kedewasaan PKS yang bisa memulai usaha penghapusan dendam sejarah dan mengajak semua elemen bersatu untuk membangun bangsa.
    Ini adalah satu syarat partai pemimpin. Bisa merangkul untuk bersama-sama membangun indonesia. Dan PKS sudah membuktikan bukan hanya sekedar kata

  9. ryo.cityhunter berkata:

    Manusia tidak pernah puas dan tidak akan punya kepuasan utk tidak saling mendendam, menghujat dan memaki. Saudara-saudara yang suka mendengki orang lain baik itu kepada Soekarno, Soeharto atau yang lainnya. apakah sudah benar -benar anda ketahui tentang mereka? Apakah anda lahir dan besar tidak dengan akal? tidak dengan hati nurani? berpikirlah…!!! sebening dan sebersih apa hati anda jika anda yang menjadi pemimpin spt zamannya mereka memimpin? anda tidak lebih baik dari mereka bahkan bisa lebih buruk dari mereka atau andalah yang lebih baik dari mereka. berpikirlah dengan jiwa dan hatimu…. jangan pernah merasa sok suci. Hargai nilai – nilai yang baik yang telah mereka berikan, bukan membungkus buruknya dan menyimpan di saku hati hingga anda terinfeksi keburukan itu, dan merusak jiwa anda. Bahasa gaulnnya mungkin ( jangan ikut-ikutan kambing gaduh) heeee… salam…!!

  10. rc411757 berkata:

    Bapak Soeharto pantas dijadikan contoh dan suri tauladan bagi kita dan bangsa semua. Dulu pada zamannya beliau dibanding pemerintahan sekarang tidak ada yang sebanding dengan yang beliau berikan. Keamanan, ketentraman dan masih byk lagi. Korupsi itu sesuatu yang tdk patut untuk dibahas, itu sudah lumrah dan mendarah daging diseluruh pemerintahan negara manapun. yang penting negara aman2 saja, tentram, kemajuan tdk perlu cepat2 tapi pasti maju. bandingkan dengan sekarang? bukan maju-maju malah amburadul….!!

  11. budi berkata:

    Ya..relatif kalau pertanyaannya pantas apa tidak. tapi kalau boleh apa tidak, saya kira boleh saja. lha wong saya gak pernah kuliah komputer juga diangkat sebagai guru TI, lha wong saya amburadul juga diangkat sebagai guru profesional, dapat tunjangan lagi
    kembali ke persoalan…tergantung dari sisi mana kita melihat

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s