ICW NGAWUR…!

Headline Berita di atas (lihat foto) memang cukup membuat saya penasaran, saya kira beritanya tentang foya-foya seorang Kepala Sekolah dengan duit sebanyak 1,6 Milyard rupiah,… eh ternyata beritanya ngawur.
Isi beritanya benar-benar ngawur, tentang laporan Indonesia Corruption Watch yang dibacakan oleh Febri Hendri yang diliput oleh Harian Warta Kota.
Sebagai sesama warga SMK bukanya saya membela warga SMK, sedikit banyak saya tahu tentang kegiatan yang dilakukan oleh rekan-rekan SMK di Jakarta, adapun laporan ICW yang di muat di Harian Warta Kota adalah ngawur…!
Dimana Ngawurnya ?
Kalau disarikan isi beritanya yang dilaporkan oleh Febri Hendri yang di muat Warta Kota adalah adanya kegiatan sebanyak ratusan kepala SMA dan SMK negeri se-Jakarta pergi ke Lombok antara 29-31 Agustus lalu untuk menghadiri lepas sambut kepala sekolah.
Sebelum kegiatan ke Lombok saya bersama para Kepala Sekolah negeri se-Jakarta berada dalam kegiatan Workshop tentang pembinaan Manajemen Sekolah Menengah Kejuruan berstandar Nasional  di Hotel Griya Astoeti , Cisarua. Kegiatan ke Lombok ada dalam pembahasan di kegiatan ini.
Yang berangkat ke Lombok adalah hanya di ikuti  kepala sekolah-kepala sekolah SMK negeri saja (SMK negeri di DKI Jakarta hanya 62 sekolah) itupun tidak ikut seluruhnya beberapa diantaranya ada yang sedang sakit baik yang bersangkutan maupun anggota keluarganya yang menyebabkan tidak ikut serta.
Kegiatan di Lombok tidak hanya kegiatan lepas sambut saja tetapi juga kunjungan ke SMK negeri 4 Mataram (pariwisata) yang sudah berstandar Internasional. Para Kepala Sekolah dan Dinas yang terkait ingin melihat Sekolah Menengah Kejuruan yang sudah berstandar Internasional tersebut.
Kalaupun sedikitnya ada acara wisatanya, yah wajar sajalah…
Menurut Ferdi Hendri Kegiatan ke Lombok ini merupakan pemborosan kenapa tidak ke yang dekat-dekat saja.
Memang tahun lalu acaranya ke Lembang, Bandung tapi kali ini karena adanya kegiatan kunjungan ke SMK negeri 4 Mataram (pariwisata) yang sudah bertaraf internasional, makanya ke Lombok.
Menurut Ferdi Hendri lagi : adanya setoran upeti dari para kepala sekolah ke Dinas Dikmenti DKI Jakarta diambil dari dana Iuran Peserta Didik Baru (IPDB).
Untuk lancarnya acara ini memang perlu dikoordinasi dalam suatu rangkaian cara yang rapih, tertib dan teratur, dan itu perlu biaya yang dikoordinasi, maka biayanya perlu dikoordinasi maka setiap sekolah menyetorkan biaya untuk dikoordinasi, wajarlah… untuk kelancaran acara tersebut. Untuk upeti nggak mungkinlah apalagi komitment jajaran dinas Dikmenti DKI Jakarta untuk tidak menyusahkan orang tua/wali siswa kita lihat dari dimutasinya beberapa kepala sekolah yang menjual buku dan seragam, juga pelarangan menjual buku dan seragam di sekolah atau dikelola olah dekolah. Bahkan untuk menarik IPDB pun menurut aturan dinas harus ada rapat dulu dengan para orang tua siswa dengan proposal program yang harus diketahui oleh para orang tua siswa. Lagian penggunaan dana IPDB di bulan Agustus ini dari anggaran IPDB untuk kegiatan ke Lombok sepertinya juga mustahil karena rapat dengan orang tua siswa saja baru di laksanakan di bulan Agustus ini.
Demikianlah ngawurnya ICW, saya memang berapresiasi dengan ICW tentang korupsi-korupsi yang ada di sekolah tapi memang perlu kebenaran dan keakuratan yang jelas untuk menyampaikannya jika tidak benar jadinya fitnah. Pertanggung jawaban dana IPDB berada di tingkat sekolah sehingga memang perlu juga diteliti ditingkat sekolah saja, lagian juga toh disekolah sudah rutin ada pemeriksanan dari BAWASDA dan BPK yang datang ke Sekolah secara rutin, jika ada ketidak beresan mengenai penggunaan dana itu kan sudah adan kedua lembaga itu toh yang memeriksanyakan…!

Iklan

Tentang Deni Triwardana

Staff Pengajar SMK Negeri 3 Jakarta, Mengajar Mata Diklat: Matematika dan Keterampilan Komputer Pengelolaan Informasi (KKPI)
Pos ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

Satu Balasan ke ICW NGAWUR…!

  1. faish berkata:

    tentang masalah korupsi itu biasa ya? ya nyrempet2 gpp gitu tah?moga2 aja g keblablasan, mungkin untuk sekolah negeri sangat banyak dana seperti itu, tp di indonesia jg masih banyak sekolah swasta yang akan gulung tikar, kenapa selalu peningkatan Mutu sekolah yg jd alasan tapi bukan peningkatan SDM dari internal masing2 sekolah, ternyata sama aja dengan anggota dewan kita ya……………………!
    saya seorang guru SMA dari sekolah swasta di jawa timur, menurut saya peningkatan mutu sekolah tidaktercapai tampa ditunjang SDM guru yang baik, saya sarankan perbaiki kwalitas SDM guru, maka manajemen sekolah yang baik akan terbentuk dengan sendirinya.
    mari kita ukur kemampuan kita diajang2 lomba, misalnya KGI 2008
    pendidikan kita sekarang tertinggal jauh dari negara sebelah karena guru-guru kita masih belum berkwalitas seperti saya.
    semoga pendidikan di Indonesia semakin maju,,,,,, merdeka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s