Pemimpin Dalam Islam (1)

Posting ini masih ada hubungannya dengan yang lalu, soal tentang kepemimpinan dan kekuasaan. Referensi saya cari dari Al Qur’an dan Al Hadist berikut di bawah ini adalah salah satu hadis tentang pemimpin :

Kalian adalah pemimpin, maka kalian akan dimintai pertanggung jawaban.

Penguasa adalah pemimpin, maka akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.

Suami adalah pemimpin keluarganya, maka ia akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya.

Istri adalah pemimpin (rumah tangga suaminya), maka akan dimintai pertanggungjawabannya.

Pelayan adalah pemimpin (atas harta tuannya), maka akan dimintai pertanggung jawaban atas pengelolaannya.

Oleh karena kalian adalah pemimpin, maka kailan akan dimintai pertanggungjawabannya.” (HR. Bukhari Muslim)

Dari hadis di atas, berarti kita semua ini sebenarnya adalah pemimpin.

“Anda tak akan dapat memimpin orang lain, sebelum Anda dapat memimpin diri Anda sendiri”

“Yang pertama-tama harus dilakukan seorang pemimpin adalah menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri.”

Pemimpin adalah teladan, memiliki kewenangan tanpa menjadi sewenang-wenang.

Panduannya dalam Islam sesuai dengan contoh dari Rasulullah SAW. Yang harus ada pada pemimpin adalah sidat-sifat sbb. :

1. 1. Siddiq :

Benar dalam Niat,

Benar dalam perkataan,

Benar dalam berpikir (tidak licik) dan

Benar dalam perbuatan.

2. 2. Amanah :

Terpercaya.

Al-Amin.

Jujur.

Tepat Janji.

Tanggung jawab

3. 3. Fathonah:

Mempunyai wawasan (knowledge) yang luas, berpikir maju

mempunyai skill atau keterampilan yang baik dalam membaca potensi dan memotivasi

4. 4. Tabligh :

Mampu berkomunikasi efektif,

Lebih banyak mendengar omongan orang-orang yang dipimpinnya

Bahasa komunikasinya bisa dimengerti oleh orang-orang yang dipimpinnya. Mudah dihubungi

dan juga mudah untuk dekat siapapun.

Ramah tamah, selalu respek terhadap orang-orang yang dipimpinnya, Mempunyai perimbangan

yang bijak serta selalu bersahabat kepada setiap orang.

Sifat tabligh dalam memimpin juga menuntut untuk selalu berusaha memahami keinginan

orang-orang yang dipimpinnya serta mengetahui kebutuhan orang-orang yang dipimpinnya.

Sedang berdasarkan pengamatan saya harus dihindari dari seorang pemimpin adalah:

· Lisan tidak terjaga

o Nato ( No Action Talk Only)

o Terlalu banyak bergurau

o Sering berkata keras, kasar dan keji.

o Sering mengobral janji yang tidak ditepati dan sering bersumpah palsu.

· Berdusta atau terbukti berbohong.

· Egois

· Kesombongan

· Tidak tahu etika

· Tidak Adil

Tentang Deni Triwardana

Staff Pengajar SMK Negeri 3 Jakarta, Mengajar Mata Diklat: Matematika dan Keterampilan Komputer Pengelolaan Informasi (KKPI)
Pos ini dipublikasikan di Berita, Informasi, Opini. Tandai permalink.

5 Balasan ke Pemimpin Dalam Islam (1)

  1. Ping balik: Pemimpin Yang Membumi « Hary’s Blog

  2. Ping balik: Hakim Gunawan» Arsip Blog » Pemimpin Dalam Islam (1)

  3. fauzi berkata:

    bagaimana kepemimpinan laki2 dan perempuan dan sebuah tatanan kenegaraan?

  4. fauzi berkata:

    saya lengkapi dari pertanyaan pertama:
    Bagaimana dalam kepemimpinan di kenegaraan? jika seorang laki2 tidak sesuai atau tidak ada calon yang dapat memenuhi syarat dengan apa yang kita harapkan,lantas ada seorang perempuan yang bisa mengemamban tugas itu dengan baik dan dapat dpercaya,apa hrus dipilih wanita tersebut sesuai dengan kriteria yang kita inginkan itu?

  5. Silent King berkata:

    Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Sholawat & salam selalu tercurah kepada Para Utusan ALLAH SWT.

    WASIAT DARI ALLAH SWT & PARA ROSUL ALLAH
    PEMIMPIN SEJATI MASA DEPAN YANG MEMILIKI JATI DIRI

    Untuk menjadi “Pemimpin Masa Depan” bangsa Indonesia, harus tahu/paham betul dan dapat membawa masyarakat, bangsa & Negara sesuai dengan “JATI DIRI BANGSA INDONESIA”.

    JATI DIRI BANGSA INDONESIA terbagi kedalam dua sisi yaitu :

    INTERNAL :

    Sebagai Pemimpin Bangsa harus dapat mengantarkan bangsa Indonesia untuk MEMBANGUN, MENATA dan MENSEJAHTERAKAN MASYARAKAT secara adil, aman, tentram dan semua pemeluk agama dapat hidup berdampingan layaknya hidup dalam “SURGA DUNIA” yang seperti kita khayalkan/idamkan saat ini.

    EXTERNAL :

    Dapat mengantarkan bangsa Indonesia menuju “MERCUSUAR DUNIA” dalam hal mana akan terjadi tatanan masyarakat Global, secara Fisik dan Non Fisik :
    – FISIK : pembangunan dunia untuk dijadikan kehidupan layaknya “SURGA DUNIA”
    – NON FISIK : Membentuk Mental dan Spiritual umat agar lebih spiritual dan manusiawi.

    JATI DIRI BANGSA hanya dapat terwujud/terlaksana apabila pemimpinnya berasal dari Insan Hablumminallah (Manusia Sejati yang telah ditinggikan derajatnya oleh ALLAH SWT, segala tidakan/perbuatannya mendapatkan ridho dari ALLAH SWT).

    Maka melalui tulisan ini saya bermaksud mengabarkan “berita baik” dari ALLAH SWT & Para Rosul ALLAH, tentang Pemimpin Masa Depan Yang Memiliki Jati Diri yang diharapkan oleh kita semua.

    ALLAH SWT berfirman:

    Katakanlah: “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui.” Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Ali Imran (3) : 29)

    1. Mencari Pemimpin Masa Depan sesungguhnya merupakan rahasia ALLAH SWT, & ALLAH SWT akan memberitahukan kepada umat manusia yang diridhoi-Nya.

    ALLAH SWT berfirman:

    Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab”.(QS. Ali Imran (3) : 27)

    Allah menentukan rahmat-Nya (kenabian) kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah mempunyai karunia yang besar.(QS. Ali Imran (3) : 74)

    (Kami terangkan yang demikian itu) supaya ahli Kitab mengetahui bahwa mereka tiada mendapat
    sedikitpun akan karunia Allah (jika mereka tidak beriman kepada Muhammad), dan bahwasanya karunia itu adalah di tangan Allah. Dia berikan karunia itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. al-Hadid (57) : 29)

    2. Pemimpin Masa Depan yang memiliki jati diri dapat mensejahterakan kita semua atas dasar keridhoan dari ALLAH SWT (Insan Hablumminallah), bukan semata-mata pilihan manusia yang selalu berpatokan kepada hasil pandangan/pikiran, pendengaran/ucapan (Hablumminanas).

    ALLAH SWT berfirman:

    Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menjelaskan. Dan Allah memimpin siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.(QS. an-Nur (24) : 46)

    Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merobah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang yang fasik. (QS. 24:55)

    3. Dasar keridhoan dari ALLAH SWT (Insan Hablumminallah) tersebut merupakan kunci utama dalam mensejahterakan umat manusia, karena kepada Insan Hablumminallah ALLAH SWT telah menyerahkan seluruh kerajaan bumi.

    ALLAH SWT berfirman:

    Katakanlah: “Wahai Rob Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
    (QS. Ali Imran (3) : 26)

    Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong.(QS. al-Baqarah (2) : 107)

    Kepunyaan Allah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allah dikembalikan segala urusan.(QS. Ali Imran (3) : 109)

    Kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki; Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki; dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali Imran (3) : 129)

    Kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu.
    (QS. Ali Imran (3) : 189)

    Dan kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi dan kepada Allah kembali (semua makhluk).
    (QS. an-Nur (24) : 42)

    Ketahuilah sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia mengetahui keadaan yang kamu berada didalamnya (sekarang). Dan (mengetahui pula) hari (manusia) dikembalikan kepada-Nya, lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS. an-Nur (24) : 64)

    Kerajaan langit dan bumi. Kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi. Dan kepada Allah dikembalikan segala urusan.(QS. al-Hadid (57) : 5)

    4. ALLAH SWT telah memberi derajat yang tinggi disisi-Nya karena memiliki tugas dan tanggungjawab yang mulia untuk mensejahterakan umat manusia didunia.

    ALLAH SWT berfirman:

    Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikanNya kepadamu. Sesungguhnya Rabbmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 6:165)

    Dan sesungguhnya telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh. (QS. 21:105)

    (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang maruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. (QS. 22:41)

    5. Untuk mendapatkan ridho derajat yang tinggi disisi ALLAH SWT, Insan Hablumminallah sebelumnya telah disucikan lahir dan batinnya dengan melewati ujian dan cobaan dalam kehidupannya.

    ALLAH SWT berfirman:

    (yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka): “Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar”. (QS. al-Hadid (57) : 12)

    Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman: “Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebahagian dari cahayamu”. Dikatakan (kepada mereka): “Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)”. Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa. (QS. al-Hadid (57) : 13)

    Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: “Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?” Mereka menjawab: “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaithan) yang amat penipu. (QS. al-Hadid (57) : 14)

    Sesungguhnya Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.(QS. Ali Imran (3) : 164)

    Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lobang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. an-Nur (24) : 35)

    Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka bersyungkur dengan bersujud dan menangis. (QS. Maryam (19) : 58)

    6. Keberadaan Insan Habluminallah saat ini, belum banyak diketahui, sekalipun itu keluarga, saudaranya, tetangganya atau teman dekatnya, caci maki, hinaan & fintnah beleka apabila mereka berkata yang sesungguhnya, “ini merupakan rahasia ALLAH SWT”

    ALLAH SWT berfirman:

    Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi), (QS. 28:5)

    7. Kemunculan Insan Hablumminallah ini tidak bisa didasari atas kepentingan/ambisi pribadi, kelompok atau golongan, tetapi berdasarkan kehendak dari ALLAH SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang umat-Nya di seluruh dunia.

    8. Kemunculan Insan Hablumminallah (Insan Sejati/Khalifah ALLAH) ini dapat kita ketahui dengan adanya tanda-tanda berguncangnya alam semesta (“seperti saat ini banyak bencana yang sedang dan sudah terjadi, banjir bandang, gempa bumi, gunung meletus, angin topan, kebakaran, peperangan & musim/cuaca yang tidak menentu akibat putaran Bumi / massa yang dipercepat”), ini terjadi semata-mata untuk memepercepat dan membersihkan tempat dimana urusan atau risalah ALLAH SWT akan diturunkan.

    ALLAH SWT berfirman:

    Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (QS. al-Hadid (57) : 22)

    (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri, (QS. al-Hadid (57) : 23)

    9. Dari jumlah milyaran penduduk di dunia, hanya kepada Insan Hablumminallah ALLAH SWT telah ridho menurunkan rahmat dan hidayah-Nya, dimana jumlah Insan Hablumminallah hanya dibawah hitungan jari tangan kita, latar belakang kehidupan Insan Habluminallah adalah rakyat biasa, Ia bukan seorang ahli agama, ilmuwan, atau pakar politik, oleh karena itu kita sebagai bangsa Indonesia wajib bersyukur kepada ALLAH SWT atas terpilihnya sebagian umat di Indonesia untuk menjalankan dan melaksanakan perintah atau amanah dari ALLAH SWT dalam membantu, membangun, menata, mensejahterakan dan memakmurkan umat di dunia. Dan untuk saat ini kami hanya bisa menghimbau kepada saudara-saudara untuk bersabar, dan bertawakal kepada ALLAH SWT dalam menjalani masa proses kemunculan risalah ALLAH SWT ini, sehingga kesuksesan berkah rahmat dari ALLAH SWT, yang sudah diraih dapat segera dinikmati oleh kita semua.

    ALLAH SWT berfirman:

    Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada ilah (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya). (QS.27:62)

    Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.
    (QS. Ali Imran (3) : 200)

    Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (QS al-Maaidah [5]: 3)

    Demikian, berita risalah ALLAH SWT ini saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi bangsa dan umat di dunia ini yang sedang krisis multi dimensi dan ALLAH SWT selalu menyertai kita semua “amin”.

    Mohon maaf apabila dalam menyampaikan berita baik ini kurang berkenan di hati anda, karena ini adalah merupakan berita sesungguhnya terjadi “BUKAN BASABASI”.

    Wassalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Jakarta, 28 Mei 2009
    TTD
    Insan Hablumminallah

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s