e-LEARNING yang SALAH KAPRAH !!!

lazy.jpgSekarang ini sedang booming tentang e-learning, Dari Diknas yang tingkat nasional sampai di Dinas yang tingkat propinsi sangat antusias banget dengan e-learning terakhir kegiatan yang saya ikuti adalah acara seminar sekaligus MOU antara Universitas Gunadarma dengan Dinas Dikmenti Prov. DKI JAKARTA.

Dalam tulisan ini saya ingin menyampaikan kekeliruan rekan saya tentang pemahaman e-learning dengan aktifitasnya yang keliru.

Rekan saya ini memang baru bisa banget berkomputer ria, apalagi lagi nge-blog, sampai-sampai materi pelajarannya pun di posting di blog-nya. Saya sih turut senang melihat aktifitasnya. Adapun Yang membuat saya khawatir adalah kemalasannya masuk kelas untuk mengajar, karena jika murid bertanya tentang materi pelajaran jawabannya pasti selalu “ lihat saja di Blog saya !!!”.

“E-learning ya e-learning masa mengajarnya jadi malas, buat apa datang ke sekolah kalau hanya duduk internetan, tapi tidak mau masuk kelas” begitu komentar rekan yang lain agak sengit melihat sikap dan tingkah laku rekannya yang setiap hari datang ke sekolah tapi malas masuk ke kelas.

Sebagai wakil bidang kurikulum sayapun segera menganalisis dan observasi, beberapa murid saya wawancara, wali kelasnya pun banyak yang curhat. Hasilnya adalah berkeberatan dengan guru yang bersangkutan, sebagian besar murid mencemooh, selain materi pelajaran yang diposting tidak interaktip hanya begitu-begiru saja bukankah lebih baik mengajar dikelas supaya bisa siswa dan guru berinteraktif bertatap muka membimbing dikelas ?

Adalagi kasus murid yang kesusahan dengan biaya berwarnet ria untuk melihat materi pelajaran yang diposting gurunya untuk kemudian diprint lalu dibaca di rumah, biaya sewa nge-warnet dan nge-print cukup lumayan menguras uang jajannya. Sementara jam pelajaran guru yang bersangkutan selalu kosong !!!.

Bagi murid yang rumahnya jauh dari warnet lebih kesusahan lagi alih-alih guru yang bersangkutan mau memakai sarana lab. Komputer untuk anak-anak belajar materinya. “maksudnya murid membaca materi dari blog-nya, terus gurunya ngapain ?” komentar rekan guru yang mengajar komputer merasa terganggu karena sarana lab. Komputer cukup padat digunakan untuk aktifitas pelajaran praktek komputer dan berbagai pelatihan komputer.

Sebagai guru keterampilan komputer dan pengelolaan informasi yang sudah siap dengan modul online dan slide-slide pembalajaran serta materi-materi tutorial interaktif, kejadian di atas membuat saya geli pada e-learning yang dilakukan guru tersebut.

Memang saya sedang mempersiapkan satu situs online untuk pengajaran yang saya ajar tapi apa saya mesti malas mengajar di kelas sepeti guru yang saya ceritakan di atas? datang ke sekolah tapi tidak masuk ke kelas untuk mengajar ? nggak …lah situs online hanya satu sarana saya untuk mempermudah siswa belajar tentang materi yang saya ajarkan, lagian saya lebih suka berinteraksi di kelas dengan siswa, bertatap muka, yang penting lagi adalah dapat memberikan motivasi kepada siswa saya, baik tentang belajar maupun yang lainnya, Sungguh saya tak habis pikir pada rekan saya itu, “Salah kaprah dengan e-learning”

Guru ! Di Mana hati Nurani mu ?

 

 

Iklan

Tentang Deni Triwardana

Staff Pengajar SMK Negeri 3 Jakarta, Mengajar Mata Diklat: Matematika dan Keterampilan Komputer Pengelolaan Informasi (KKPI)
Pos ini dipublikasikan di Berita, Informasi, Pengalaman. Tandai permalink.

10 Balasan ke e-LEARNING yang SALAH KAPRAH !!!

  1. Ayu berkata:

    Wah Bener Mas, Temen mu itu salah kaprah, Mbok Yao E-learningkan cuma salahsatu sarana saja dalam mengajar lho…

  2. yanuar berkata:

    salam kenal mas.

    wah kalo gini, sekalian saja ikutan adsense 😀 kan bisa lumayan nambah penghasilan tuh !!

  3. pak dar berkata:

    wah itu salah besar . e-learning kan salah satu sarana saja bukan dibuat alasan untuk tidak masuk kelas. kalau itu saya sebagai guru juga tidak setuju. ini membuat anak jadi malas suka niru teman (copy paste aja) selesai gutu kan pak guru gasi contoh tuuu. he he… mari kita gunakan teknologi untuk perkembangan intelegensi siswa dan interaksi sosial juga oce gitu…selamat buat anda penulis selamat merdeka

  4. hevi.fauzan berkata:

    salam kenal,

    Silahkan bergabung di : http://blog.pengajar.web.id

    Terima Kasih

  5. eNPe berkata:

    Masya Allah..kok jadi seperti itu???
    E-Learning justru membantu pembelajaran shg mempermudah murid bukan malah mempersulit 😦
    ditunggu situs online yang bapak buat 😀

  6. gatot arief berkata:

    e-learning yang dibuat untuk situasi dan kondisi yang memungkinkan tidak sepenuhnya Benar! sebagai alasan meninggalkan kelas.
    Kalau memang sudah tidak tatap muka yaa gak usah mencari angka kredit or sertifikasi.
    gimana hayo?

  7. azn berkata:

    saya juga merasa kasihan dengan dunia pendidikan kita jika para guru banyak yang jadi malas hanya dengan alasan e-learning. Ini nantinya tidak akan jadi kemajuan tetapi kerusakan yang berakibat lebih. Mungkin kalau kita mengajarnya pakai MOODLE gimana? bisa dicari di MOODLE.ORG

  8. dani berkata:

    kl gitu gajinya ambil via paypal aja sekalian.. 😀

  9. panca berkata:

    Halo Pak Deni .. saya baru membuat halaman ruang diskusi dengan topik Disaster Recovery Plan ( DRP ). As we know, referensi tentang DRP dalam bahasa Indonesia masih terbatas, padahal banyak rekan kita baik itu mahasiswa dan pekerja yang membutuhkan informasi untuk kebutuhan tugas kuliah, bahan menyusun skripsi maupun untuk diterapkan di-organisasinya.

    Dalam ruang diskusi terbuka ini kita bisa mendapatkan dan berbagi informasi tentang Disaster Recovery Plan, Disaster Recovery Center ( DRC ), Business Continuity Plan ( BCP ).

    Untuk itu mohon kiranya rekan yang punya pengalaman dengan DRP bisa ikut berbagi diruang diskusi ini.

    Saya berharap rekan membantu meneruskan informasi ruang diskusi ini ke rekan-rekan lainnya. Terimakasih.

    Terimakasih.
    ruang diskusi bisa diklik disini :
    http://panca.wordpress.com/disaster-recovery-plan/

  10. siap ujian berkata:

    E-learning sangat bagus untuk pembelajaran. Akan tetapi apabila mengesampingkan masalah pertemuan dengan siswa di ruang kelas (apalagi posisi kita sebagai seorang pengajar).
    E-learning baik apabila digunakan sebagai bahan bantu ajar bukan sebagai media pembelajaran utama. Pembelajaran utama tetaplah di kelas.

    salam.
    http://www.siap-ujian.com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s