Memelihara Suasana Kerja yang Bagus

deni-triwardana-suasanakerja.pngBeberapa hari ini teman saya yang bekerja di suatu perusahaan swasta curhat tentang suasana tempat kerja menjadi berubah drastis setelah beberapa posisi manager digantikan dengan yang baru. Perubahan itu mengakibatkan juga pada perubahan suasana kerja yang tidak enjoy lagi seperti dulu yang penuh suasana kekeluargaan dan mencari solusi bersama tanpa adanya marah-marah, maki-maki, dan sumpah serapah yang disertai dengan kata-kata yang tidak senonoh.

Usut-usut punya usut ternyata manajer pengganti  berasal dari perusahaan yang tidak mengutamakan suasana kerja tapi terlalu pada target.

Anehnya kok HRD menerima saja manager seperti itu, usut punya usut karena kepala managernyalah yang membawa para manager itu masuk tanpa seleksi yang bagus yang juga dikarenakan punya maksud dan tujuan mencapai target seperti tim-nya yang dulu.

Ada yang akan saya sampaikan pada tulisan saya di sini yaitu perlunya Memelihara suasana kerja yang bagus serta suasana familier kekeluargaan.

Ada satu cerita pengalaman teman saya yang kepala sekolahnya seorang ibu yang bijaksana dan saya kenal baik dengan ibu kepala sekolah ini karena saya pernah langsung berada dalam suatu kepanitiaan yang beliau adalah ketuanya saya adalah bawahannya, sekarang beliau mungkin sudah pensiun tapi kepemimpinannya menjadi buah bibir para mantan bawahannya seperti saya ini, Cerita teman saya ini adalah dia begitu takut dan malu untuk bolos kerja,

saya bertanya “lho, kenapa ?” ,

+  “karena Ibu kepala sekolah ku itu sangat perhatian sekali pada bawahannya, baik, dan penuh dengan suasana kekeluargaan”

 saya penasaran untuk menyelidkinya, “maksudnya perhatian dan penuh dengan suasana kekeluargaan bagaimana ?”,

+ “ Begini Mas, Jika saya sakit atau ada teman yang lain sakit,  sang ibu kepala sekolah ini pasti menjenguknya tidak hanya menanyakan, kalau saya dan teman ada yang tidak masuk pasti ditanyakan dengan suasana yang enak dan penuh kekeluargaan, kalau kita memang tidak masuk dengan alasan yang  jelas dan masuk akal beliau menanggapi dengan bijaksana. Jika ada `masalah turut mencarikan solusinya, yang terkesan adalah waktu beliau berkunjung kerumah, yang waktu itu saya masih kos dengan istri, eh besoknya dipinjami uang untuk bayar uang muka rumah untuk nyicil beli rumah, coba Mas bagimana saya takut dan malu untuk bolos dan tidak rajin bekerja karena beliau begitu perhatian kepada bawahannya”

Saya berpikir dengan keadaan kepala sekolah saya pada waktu itu yang sering marah-marah, maki-maki, dan kadang keluar sumpah serapah dan kata-kata tidak senonoh yang seharusnya tidak keluar dari mulut seorang pimpinan, akibatnya suasan kerja menjadi tidak bagus, para bawahan menggerutu, banyak memberi julukan yang jelek terhadap pimpinannya, menampilkan wajah bagus di hadapannya tetapi di belakangnya mengejek, para bawahan hanya bagus berkerja kalau sedang diawasi oleh pimpinannnya pada waktu tidak diawasi atau sedang tidak ada pimpinan bekerjanya asal-asalan bahkan malas. Untungnya Kepala Sekolah saya tidak lama menjabat sebagai kepala sekolah di sekolah saya, kalau tidak salah belum satu periode masa jabatan sudah di mutasi ke sekolah lain. Mutasinya karena bermasalah atau hal lain saya pun tidak mendapatkan alasan yang jelas.

Yang jelas dari cerita di atas saya mendapatkan kesimpulan, bahwa amat penting memelihara suasana kerja yang bagus apalagi dengan penuh suasana kekeluargaan dan perhatian.

Adalah tidak modelnya lagi karakter pemimpin pemarah dan  ditakuti .

Adalah bagus model pemimpin yang memelihara suasana kerja yang bagus dengan suasana kekeluargaan dan perhatian penuh pada bawahannya, sehingga bawahan takutnya adalah karena rasa malu karena perhatian atasan yang bagus kepada bawahannya bukan karena pemimpinya bertangan besi dan pemarah.

Iklan

Tentang Deni Triwardana

Staff Pengajar SMK Negeri 3 Jakarta, Mengajar Mata Diklat: Matematika dan Keterampilan Komputer Pengelolaan Informasi (KKPI)
Pos ini dipublikasikan di Berita, Informasi, Pengalaman. Tandai permalink.

3 Balasan ke Memelihara Suasana Kerja yang Bagus

  1. busro berkata:

    Sayapun sangat mengharapkan suasana yang demikian tidak ada saling curiga, tidak merasa paling dari yang lain.antara atasan dan bawahan adalah patner kerja.sebab ada atasan tidak ada bawahan maka tida ada papa2nya. ada bawahan tidakada atasan juga sama.

  2. adhul07 berkata:

    wah, kita harus banyak bljr tntng bagaimana membuat suasana yang menyejukkan dan membuat betah bagi semua orang ?

  3. eNPe berkata:

    dari pengalaman bapak, ita dapat bekal sebelum masuk ke dunia kerja. terima kasih, pak 🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s