MONEV KTSP Ke Pematang Siantar (3)

Menikmati Danau Toba

Hari Sabtu Pagi setelah berkunjung ke SMA HKBP kami langsung menuju Parapat dengan tujuan ingin berwisata ria ke Danau Toba.

deni-triwardana-danau-toba1.jpg

Perjalanan menuju Parapat melewati kebun kelapa sawit yang luas, jalan yang berliku dan menanjak belum sampai satu jam perjalanan kami sudah melihat dari atas jalan, pemandangan ke Danau Toba.

deni-triwardana-danau-toba2.png

Wah… begitu luasnya, begitu indahnya… selama ini saya hanya mendenganr cerita orang dan melihat gambar-gambarnya saja tentang danau Toba, sekarang sudah di hadapan mata kepala sendiri, wah…

deni-triwardana-danau-toba3.png

Kami turun langsung menuju pondokan yang letaknya dipinggiran danau Toba, dan wah… kok berombak buat saya aneh… yang berombak itu harusnya tepian pantai, ini danau kok berombak (ah… dasar norak… saya ini).

Ombaknya cukup besar, wah… danau Toba ini seperti lautan saja, airnya jelas berasa tawar bukan asin. di tengahnya danau Toba adalah pulau Samosir, jadi danau ini mengililingi pulau Samosir, wah… indahnya.

deni-triwardana-danau-toba4.png

Sempat juga rekan-rekan saya sewa Speedboat untuk mengarungi danau yang begitu luasnya sambil menuju batu bergantung (dibukit batu yang tergambar seorang perempuan bersama anjing kesayangannya)

Sempat juga kami ke Ajibata masih di tepian danau Toba sungguh ironis juga sepanjang tepian dibangun tenda-tenda biru yang luasnya cukup untuk sepasang manusia wah… ini sepertinya tempat mesum yang disediakan pengelola sungguh ironis…

Sebelum pukul tiga sore kami berkemas pulang karena harus naik pesawat pukul delapan malam dari Polonia, jarak Pematang Siantar ke Medan sekitar dua setengah sampai tiga jam itupun jika tidak macet.

Terima Kasih kami ucapkan pada pejabat Dinas Pendidikan Kota Pematang Siantar (Bapak Mansur Sinaga, Bapak Sitanggang, dan Boru Sinaga yang menyediakan diri menjadi pemandu wiasata) yang telah mengantar kami Tim Puskur keliling kota Pematang Siantar juga sampai Ke Parapat Danau Toba.

deni-triwardana-photobarengditoba.png deni-triwardadana-ditepitoba1.jpg

 

Subhanalloh sungguh tidak pernah saya mintakan pada Allah saya ke Aceh maupun ke Danau Toba tapi rupanya Allah memberi bonus wisata kedua tempat yang indah… ciptaanNya…

Tempat yang pertama adalah tempat indah yang telah diberikanNYA cobaan gelombang dahsyat Tsunami, tempat yang kedua semoga tidak diberikanNYA suatu cobaan, sebenarnya ngeri… juga pinggiran danau Toba sudah dijadikan tempat maksiat wah…

Iklan

Tentang Deni Triwardana

Staff Pengajar SMK Negeri 3 Jakarta, Mengajar Mata Diklat: Matematika dan Keterampilan Komputer Pengelolaan Informasi (KKPI)
Pos ini dipublikasikan di Berita, Informasi, Pengalaman. Tandai permalink.

4 Balasan ke MONEV KTSP Ke Pematang Siantar (3)

  1. tobadreams berkata:

    Aku bisa membayangkan sensasi yang dirasakan Bung Deni — saat pertama kali melihat panorama Danau Toba. Memang disitulah keunikan danau ini bagi pendatang. Pandangan pertama selalu dari atas kendaraan yang melintas. Dan tofografi alam disana membuat saat-saat pertama itu, selalu berupa “suddenly”, tau-tau danau yang indah itu sudah terhampar di depan mata.

    Kapan-kapan kalau Bung ada waktu kembali berkunjung kesana, cobalah perjalanan dari Porsea menuju Parapat. Unforgetable. Setiap kali kendaraan menanjak, tiba-tiba danau yang mempesona itu terhampar di hadapan. Namun ketika kendaraan menurun, panorama itu menghilang sejenak. Menimbulkan penantian yang mendebarkan, kapan danau itu nongol lagi, begitu seterusnya berulang-ulang.

    Tapi ironisnya Bung, danau yang molek itu tak lagi dikunjungi para pengagum seperti Bung. Biasa, salah urus!

    Oh ya, aku belum perkenalkan diri. Aku Raja Huta. Tobadreams adalah nama blog aku, sama dengan nama sebuah kafe di bilangan Manggarai. Ini kafe untuk keluarga, dengan sajian musik batak terseleksi, antara lain Viky Sianipar. Silakan berkunjung, siapa tahu sebagian dari pesona Danau Toba akan Bung temukan di TobaDream. Horas.

  2. alief berkata:

    kapan y aku ke danau toba??? 🙂

  3. Deni Triwardana berkata:

    @tobadreams : Horas Bang Raja Huta, Danau Toba adalah salah satu CiptaanNYA yang Terindah yang pernah saya lihat, senang sekali jika saya sempat ke Kafe Toba Dreams, Thanx atas komentarnya

    @alief : Semoga selekasnya ya…

  4. yesaya berkata:

    saya agak malu juga dengan kalimat ajibata tempat mesum, yah saya adalah asli penduduk ajibata persis tempat lokasi tenda biru tapi sebagai generasi muda saya cukup prihatin dengan situasi di kampung saya, kalau dilarang buat tenda biru apa penghasilan warga dan apa yang harus kulakukan untuk mengubah t4 kelahiran saya, saya oingin
    masukan dari par pembaca, trimakasih

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s