Ke Aceh dengan KTSP (III)

Monitoring Evaluasi KTSP

Sekolah di Banda Aceh masuk pukul 07.30 ada juga yang pukul 08.00 beda dengan di Jakarta rata-rata pukul 07.00, sebabnya Jam 07.00 di Banda Aceh seperti jam 06.00-nya di Jakarta.

Pukul 08.30 Kami dijemput Pak Armiran dan Pak Boy pejabat dari Dinas Pendidikan Aceh Besar, menuju SD 1 SIBREH, disana telah berkumpul para guru TK, SD, SMP, SMA dan SMK se Aceh Besar.

deni-triwardana-ktsp.jpgSesampainya disana, melalui acara protokoler dan sebagainya maka acara berikutnya adalah para utusan PUSKUR menuju Sekolah yang akan di monitoring masing-masing sesuai dengan tugasnya masing-masing, Saya kebagian berttugas ke SMK Negeri 1 Mesjid Raya yang letaknya paling jauh dari teman-teman sekitar 50 Km, tepatnya di Jalan Laksamana Malahayati Km. 15, bersama Pak Boy dan dua orang guru dari SMK Negeri 1 Mesjid Raya kami menuju kesana.

Daerah yang terkena Bencana

Jalan yang menuju ke SMK Negeri 1 Mesjid Raya adalah daerah yang terkena Bencana Tsunami yang Parah, sepanjang perjalanan rekan guru dari SMK Negeri 1 Mesjid Raya bercerita tentang bencana Tsunami di daerah yang kami lewati, Bekas-bekas rumah yang hancur masih tampak walaupun sudah dibangun rumah-rumah baru, Rekan guru Pak Sabarudin menceritakan dihari kedua dia baru dapat menuju ke sekolahnya setelah kejadian bencana Tsunami, dengan terhalang mayat yang bergelimpangan rumah-rumah hancur, sampah-sampah kehancuran dimana-mana. Memang jalan yang sedang kami berada adalah satu-satu jalan menuju ke Pelabuhan Malahayati, pantai terlihat jelas dari jalan sehingga bisa dibayangkan betapa dahsyatnya terjangan ombak yang sangat deras yang tingginya setinggi pohon kelapa menerjang daratan menyapu rumah-rumah penduduk beserta isinya.

SMKN 1 Mesjid Raya

deni-triwardana-smk1mr.jpgLetaknya di pinggir jalan raya Laksamana Malahayati yaitu jalan menuju pelabuhan Malahayati. Dari halaman sekolah telihat tepi laut dengan ombaknya terlihat dengan jelas, tapi untungnya air tidak sampai masuk kesekolah karena letaknya yang tinggi, sempat menjadi tempat pengungsian selama 1 tahun bagi masyarakat sekitarnya.

 

Curhatnya Kepsek

deni-triwardana-hnuriaman.jpgKepala sekolahnya Hj. Nuriaman semula adalah guru di sekolah ini juga, Curhatnya kepada saya adalah kurangnya SDM pada pelajaran produktif karena sebagian guru banyak yang exodus sewaktu masa GAM masih galak ! sementara dari segi peralatan semuanya canggih. Program keahlian yang ada di sekolah ini adalah Kriya Kayu, Kriya Logam, Kriya Tekstil dan Kriya Keramik, untuk yang terakhir ini di tutup karena tidak ada Gurunya, padahal perlatan lengkap dan canggih. Jurusan baru yang muncul adalah Multimedia. Bupati dan DPRD sudah didatangi tentang kekurangan tenaga pengajar bidang produktif ini tapi perhatian dan sambutan belum ada, Bu Kepsek hanya berharap agar SMK Negeri 1 Mesjid Raya dapat berada di bawah pengelolaan Propinsi dari pada Kabupaten agar lebih bagus lagi tata kelolanya.

Diresmikan tahun 1992

deni-triwardana-prasasti.jpgSekolah ini diresmikan oleh Presiden Soeharto tahun 1992 dengan label sekolah menengah kerajinan, saya sempatkan melihat semua bengkel dan peratalan pada semua program keahlian dari kriya kayu, logam, tekstil dan keramik. Memang benar lengkap dan canggih, sekolah ini luasnya 5 hektar dilengkapi dengan asrama bagi siswa.

 

Kepsek yang berinisiatif

KTSP yang saya monitoring dan saya evaluasi di sekolah ini sudah lengkap dan bagus, sedikit sekali kesalahannya tapi itu tak menjadi terlalu prinsip, yang saya kagum adalah sikap inisiatif dan inovatif dari kepala sekolah tentang penyelesaian KTSP di sekolah hanya dalam waktu 2 minggu sebelum diberitahukan dari pusat dengan biaya swadaya, leadersipnya bagus walaupun masih tergolong muda untuk jadi kepala sekolah, punya sikap dan tauladan yang baik dengan penuh rasa kekeluargaan dalam memimpin sekolahnya.

Surprise !

Dari setiap bengkel Workshop saya diberikan hadiah hasil karya mereka, hasil-hasil karya mereka sering dijual di berbagai deni-triwardana-ktspms.gifpameran kerajinan pada acara-acara pameran di lingkup propinsi maupun kabupaten, saya melihat hasil ukiran logam kaligrafi ukuran sedang yang jika dijual di Jakarta mungkin bisa dia tas 500 ribu rupiah di sana hanya di jual 200 ribu rupiah.

Keunggulan lokal yang dimasukkan di dalam KTSP nya adalah sulaman khas Aceh.

Cukup lama juga saya berada di sekolah ini menjelang sore saya kembali ke penginapan dihantar Pak Boy.

Dalam perjalanan pulang, kembali saya melihat bekas-bekas bencana tsunami yang menyisakan tanda kedahsyatan begitu luar biasa !

Tentang Deni Triwardana

Staff Pengajar SMK Negeri 3 Jakarta, Mengajar Mata Diklat: Matematika dan Keterampilan Komputer Pengelolaan Informasi (KKPI)
Pos ini dipublikasikan di Berita, Informasi, Pengalaman. Tandai permalink.

3 Balasan ke Ke Aceh dengan KTSP (III)

  1. Setiawan berkata:

    Alkisah, disebuah hutan antah berantah, berdirilah sekolah baru bagi seluruh warga hutan. Sekolah ini memiliki fasilitas dan kurikulum lengkap, sehingga diklaim menjadi sekolah standar A+ berdasarkan maklumat dari pemerintahan Raja Hutan. Sebagai sekolah favorit, siswanya tentulah ramai. Ada si bebek, si kancil, si burung elang, sampai si tikuspun bersekolah disini.

    Namun ada kegalauan dihati emak si Tikus, semenjak disekolahkan, si Tikus rajin sekali belajar hal baru. Belajar manjat pohonlah, belajar terbang, belajar menggali tanah sampai belajar berenang. Emak si Tikus gak tahan juga, dan akhirnya bertanya,

    “Nak, emang disekolah harus belajar gitu segala? ” Tanya emak tikus pada anaknya.

    “Iya mak. Disekolah kita diblajari semuanya mak..” Jawab si anak yang lagi belajar terbang.

    “Tapi kalo gini, sampai kapanpun kamu gak akan pernah berhasil nak, nilai kamu bakal jelek terus untuk pelajaran berenang, apalagi terbang” timpal emak sedikit resah.

    “Habis Kurikulum sekolah mengharuskan kita belajar ini sih mak, jadi mo gimana lagi?” balas menimpali si anak.

    “Boleh saja belajar hal yang baru, tapi kamu memiliki kecerdasan hakiki (mengerat) yang harus kamu kembangkan nak..Jangan-jangan karena terlalu banyak belajar hal baru, kamu lupa bagaimana caranya mengerat. Akhirnya apa, kamu tidak memiliki kemampuan cukup karena hasilnya malah setengah semua, terbang gak bisa, mengerat yang jadi keahlianmu pun lupa…” Ungkap emak.

    “Benar juga ya mak! Temenku si burung Elang pun sekarang aneh. Dia sering lupa bagaimana caranya terbang karena keasyikan belajar berenang. Keahlian utamanya malah gak berkembang…” Ujar si anak Tikus sembari berhenti dari kegiatannya.

    “Ya udah, besok emak bersama orangtua murid akan menghadap komite sekolah, gimana solusinya agar siswa berkembang optimal. Apakah harus menggunakan kurikulum KTSP seperti yang emak denger dari bangsa manusia..” Kata si emak sembari menyiapkan minuman buat si anak.

    “KTSP ? Apa lagi tu mak?” Tanya si anak heran.

    “KTSP, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum ciptaan bangsa manusia. Intinya bagaimana mengoptimalkan kecerdasan siswa yang ternyata beragam, majemuk. Meski sama namanya, manusia, tapi mereka benar-benar berbeda satu sama lain. Oleh sebab itu, tidak ada lagi panggilan bodoh/goblok. Yang ada dia tidak cerdas pada bidang tertentu, tapi cerdas dibidang yang lain…” Jelas si emak.

    “Wah, bisa diterapin gak ya mak di negeri hutan? Keknya KTSP bisa jadi solusi untuk mendongkrak kecerdasan hakiki tiap siswa disekolahku mak..”

    “Tergantung bagaimana guru mengolah kurikulum tersebut. Lagi pula kita tunggu juga hasilnya, karena KTSP masih setengah jalan. Bangsa manusia sendiri masih kebingungan untuk menerapkannya…” si emak menjelaskan.

    “Tambah berat dung beban guru ya mak? Berarti dia harus memiliki kecerdasan yang mewakili tiap individu yang berbeda…ckk…ck..ck..salut buat guru…” Terkagum-kagum si anak mendengar penjelasan emaknya.

    “Makanya, buat kamu yang otaknya sedikit, jangan jadi guru. Mending kamu cari kerjaan lain. Lagi pula jadi guru gajinya kecil, tapi tuntutannya besar. Tapi anehnya, bangsa manusia tau itu, tapi mereka seolah tak mau tahu…dah gih, mandi sono…badan kamu bau..” Kata emak menutup pembicaraan.

  2. Lela Foni berkata:

    Asww.p’Deni, saya lela dari LPMP Banten.maaf bapak, apa bpk punya SKKNI? kalo boleh bisa tidak saya minta filenya? tx sebelumnya

  3. Irfan halim berkata:

    Ass. .
    Terima kasih banyak bisa memberitahukan informasi lengkap . .
    Tapi, saya memberi tahu sekarang kondisi SMK N1 MESJID RAYA (Banda Aceh) tidak seperti dulu lagi sejak diganti nya KepSek Ibu Hj. Nuriaman , Semua guru menaati peraturan tapi hanya Formalitas belaka . .
    kebebasan untuk pengetahuan media massa yang dibutuhkan siswa/i di tiadakan, hingga murid yang berada dalam kawasan asrama pun sama seprti manusia primitif, Sudah jauh dari kota .
    seharus nya itu pun diterangkan di situs ini.
    Terimakasih .

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s