Hasil UN yang membingungkan !

deni-triwardana-bingung.jpgTidak hanya kecurangan kecurangan yang terjadi dalam Ujian Nasional, Penilaian yang dilakukan oleh PUSPENDIK (Pusat Penilaian Pendidikan) pun membingungkan !

Sampai sekarang saya belum pernah mendapat informasi bagaimana Sistem penilaian Ujian Nasional yang dilakukan oleh Puspendik.

Cari di internet tidak ada !
Sebagai masyarakat apakah kita perlu tahu sistem penilaian Ujian Nasional ?

Beberapa hari terakhir ini saya mendapatkan informasi sistem penilaian Ujian Nasional dari rekan-rekan saya dilapangan baik bersentuhan langsung dengan pekerjaan ini maupun dari mahasiswanya dari pejabat yang bersangkutan yang mengajar tentang evaluasi, berikut di bawah ini adalah informasi-informasinya :

Valid dan tidak validnya satu soal

  1. Jika satu soal dikerjakan dengan salah oleh sebanyak kurang dari jumlah 50 % dari jumlah murid di sekolah yang bersangkutan maka soal tersebut dianggap tidak valid sehingga menjadi bonus nilai.
  2. Jika satu soal dikerjakan dengan benar oleh sebanyak lebih dari jumlah 50 % dari jumlah murid di sekolah yang bersangkutan maka soal tersebut dianggap dianggap valid sehingga jika 60 % saja yang mengerjakan dengan benar satu soal itu, hitung saja sisanya maka 40 % nya adalah dihitung tidak lulus untuk satu soal itu.

Analisa saya dari informasi ini adalah beruntung bagi sekolah yang kebanyakan muridnya banyak mengerjakan soal ujian dengan salah maka akan lulus semua, beberapa sekolah yang saya amati sepertinya informasi ini ada benarnya. Beberapa tahun sebelumnya ada kasus anak-anak yang sehari-hari bodoh dalam matematika toh bisa mencapai nilai yang baik dan lulus.

Menggunakan Paket-paket kunci jawaban.

  1. Data hasil scan lembar jawaban komputer dari suatu sekolah atau beberapa sekolah atau satu wilayah disesuaikan dengan paket-paket kunci jawaban yang dipersiapkan sehingga dengan paket kunci jawaban yang mana akan menghasilkan siswa yang banyak lulus itulah yang dipakai.

Analisa saya dari informasi ini adalah membingungkan ! kenapa ? dengan paket kunci yang berbeda-beda akan menghasilkan nilai yang berbeda-beda pula hasilnya bisa berbeda-beda pula yah… cukup membingungkan karena tujuannya hanya ingin mendapatkan jumlah lulus terbanyak.

Saya tidak akan menambahkan lagi informasi tentang sistem penilaian ini, biarkan PUSPENDIK dapat menjelaskan dan mensosialisasikan ke pada Masyarakat apakah informasi yang sebutkan di atas benar atau salah.

Tentang Deni Triwardana

Staff Pengajar SMK Negeri 3 Jakarta, Mengajar Mata Diklat: Matematika dan Keterampilan Komputer Pengelolaan Informasi (KKPI)
Pos ini dipublikasikan di Berita, Informasi, Opini. Tandai permalink.

20 Balasan ke Hasil UN yang membingungkan !

  1. kangguru berkata:

    weh ini bener bener ngaco atau saya saat kuliah evaluasi pendidikan yang ngaco

  2. Deni Triwardana berkata:

    ceunah mah sistem evaluasi ini memang dapat dibenarkan dan ada teorinya.

    Yang kita tunggu dari PUSPENDIK adalah penjelasan tentang sistem penilaian yang dilakukannya, Bagaimana Kang ?

  3. Kangguru berkata:

    yup kalau mau jujur memang puspendik harus membuka sistem penilaiannya ke masyarakat

  4. willy31 berkata:

    memang pak,, yang jadi pertanyaan saya smk pgri 31 jakarta sebelum ada konversi hanya sekitar belasan cuma pas konversi sungguh mengecewakan pak sekitar 66 orang…. eh malah yang deket ma orang puspendik malah sedikit yang ga lulus sekolahnya ,…..Tanya kenapa

  5. Wisnu Djatmiko berkata:

    sebaiknya diskusinya jangan terus-menerus mengarah ke kecurangan2 yg terkait dgn UN.
    lebih baik diskusinya masuk pada substansi mata diklatnya saja, misalnya bagaimana caranya supaya siswa dapat menerapkan ilmunya di masyarakat [terlepas dari nilai UN matematikanya 40 atau 100]

  6. andi berkata:

    saya juga setuju,karena kita sebagai pelajar harus mengetahui bagaimana cara penilaian tersebut.sebelum UN pelajar harus di beri tahu terlebih dahulu cara penilaian tersebut.

  7. paryaningsih berkata:

    ya kenapa sih sistem penilaian tidak transparan? jadi masyarakat tahu sehingga mereka yang tidak lulus bisa leggowo. Tolong dong pihak yg berwenang info ke masyarakat tentang sistem penilaian UN.

  8. santribuntet berkata:

    apalgi saya lebih bingung lagi mas… Analisa yang kritis (bagi saya loh! yang g ngerti sistem ev pendd)… sudah lupa matkul dulu.
    salam kenal…

  9. Deni Triwardana berkata:

    @willy31 : Tambahan lagi saya dapat informasi, jika satu soal dikerjakan lebih dari setengah jumlah siswa disekolah yang bersangkutan maka selain dianggap valid konversinya adalah diberi bobot 2x lipatnya, tambah bingung…

    @Wisnu Djatmiko : sedang dalam persiapan mas, saya siapkan materi tentang materi siswa ready to work, karena bingung mikir tentang sistem penilaian, saya lebih konsen membekali siswa ke materi ready to work

    @Andi & @Paryaningsih : memang perlu keterbukaan dari PUSPENDIK untuk mensosialisasikan sistem penilaiannya.

    @santribuntet : kita sama-sama bingung nih

  10. abumie berkata:

    wah kalo begitu, mendimg bikin kesepakatan umum para guru disekolah dengan menyeragamkan jawaban aja dan kita bisa ihat siapa nanti yang paling pusing.

  11. andalas berkata:

    wahh gitu tha… pantes aja!!!

  12. Ping balik: Luar Biasa!!! « Spina Mimosa

  13. tedi ruswandi berkata:

    kirain saya aja yang bingung…

  14. Wong Komputer berkata:

    dari yang saya tahu dari teman2:
    1. pendapat bahwa soal dianalisis berdasar sekolah untuk menganulir soal adalah NGAWUR. kalau itu benar ya jelas nggak ada yang sekolah yang TIDAK LULUS 100%, atau tidak lulusya tinggi.
    2. pendapat kunci jawaban disesuaikan dgn jawaban juga NGAWUR. yang pernah terjadi adalah di suatu daerah naskah yang diterima seorang siswa tercampur antara paket A dan B (mis No.1 -13 paket A, nomor lainnya paket B), siswa yang lain kebalikannya. untuk itu dibuat DUA model kunci ttg kemungkinan soal yang diterima siswa, lalu diambil nilai yang tertinggi (bukan yang lulus).
    3. Sistem Penilaian puspendik normal saja, jawaban benar dibagi jumlah soal x 10. tidak ada pengurangan nilai.
    4. sekolah ‘jelek’ tapi nilai2nya bagus2, perlu dicek apakah terjadi kecurangan di sekolah.

  15. Fucker man berkata:

    Wah ngaco nih…bener-bener ngaco ini…ngaco…ngaco…ngaco….ngomong-ngomong ada apa sih nich..???

  16. taufik79 berkata:

    salam kenal aja

  17. acca berkata:

    bisakah anda menampilkan hasil ujian nasional tingkat sma jenjang ipa di sulawesi selatan

  18. ganz berkata:

    1. ujian nasional memang menjadi bisnis oknum2 pendidikan. kalau biaya yang besar dan digunakan sebagaimana mestinya, ya ga masalah demi peningkatan kualitas bangsa. masalahnya muncul karena dana penyelenggaraan un y besar sangat potensial untuk dikorupsi.

    2. terlepas dari un y dijadikan proyek, menurut saya un memang masih perlu untuk mengevaluasi n mengukur kualitas pendidikan y telah diterima selama sekolah. kecuali depdiknas punya metode lain. saya setuju dengan pendapat y menyatakan bhwa un ttp dilaksanakan, tapi tidak untuk menyatakan lulus/tidak lulus. siswa y telah melaksanakan un, walau nilainya 2 sekalipun, dia cukup dinyatakan telah tamat belajar. hal ini untuk menghindari terjadinya kecurangan, guru yang memberi jawaban kpd siswa, dan tetap menjaga agar nilai un benar2 dapat dijadikan parameter yg lumayan shahih/valid untuk mengetahui keberhasilan pendidikan, kualitas sekolah, dsb. tidak seperti sekarang, nilainya tinggi2, ga taunya cuma hasil nyontek, dapet bocoran, nanya teman, jawaban diganti sama gurunya, bah … memalukan. tidak menghargai anak2 yang mati-matian belajar dan jujur saat un.

    salam🙂

  19. NURHASNAH berkata:

    Assalmlkm, sekolh km th 2008 ini trpuruk ke jnjng trndh krn 28 sisw TL dlm UN. Sedih tentu sj tp inilh ketetapnNya unt seklh km. Yg jelas sklh km tlh mlkukn ush yg optiml unt mnghdpi UN, mngingtkn sisw bljr dg baik dn benar, mngingtkn tntng btp pntngnya intgrits, kejujrn dlm hdp, dn btp bnggany kt saat mnrima angk krn ush kt sndr dlm jln yg diridhoi Allah. Namun apa dy, ush dn twkl kpdNya msh sdkit sulit dipahami, bbg tanya: knp hrs sy yg tidk lulus, bu, pdhl sy sdh bljr, sy sdh mngrjkn dg jujur, tdk mndngrkn kunci-kunci jwbn yg sy trm pg2, sy sdh shlt malam, shlt dhuha, sdh shaum, dst? Knp mrk yg tdk bljr malah lulus, sering bolos, tdk buat PR, terlmbt ke sklh, dst? Para Netter, bgmn membeningkn ht mmotret fenomn spt ini? Kelulusan sekolah yg hnya 66%, baahhh benar2 mnysakkn dada, mngguncng iman tp wallahi ku ktkn pada siswa2ku, sdknya ush kalian sdh dicatat malaikatNya yg sempurna bkrja, smg kalian yg TL UN saat ini, dprmudah Allah unt mndpt pkerjaan, dimurhkn rezeki saat brniat menikah nanti, dititipiNya kelak kalian dg anak2 yg sholeh dn mrk lulus dg nilai yg baik krn ayah ibu mrk TL tahun 2008 ini benar2 krn Allah mengujinya. Mk mnjdlh kalian semua ank2ku dg mnemptkn kjujrn sbg pdomn jln hdpmu spt diconthkn lelaki pilhhn, kekashNya, al amin. Wassalam, ma’an najh.

  20. Jay berkata:

    Saya ragu ni dgn hasil un.trutama b.inggrs.jujur saya org ny ga’ pandai dlm b.inggrs,

    UN bisa d laksanakn asalkn fasilitas d skolah kota sm dg fasilitas d skolah desa.klw un thn ni,ga’ pantas tuk d laksanakn

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s