Kecurangan Pada Ujian Nasional

deni-triwardana-curang.jpgSetiap tahun kegiatan Ujian Nasional (UN) selalu menjadi pokok bahasan ramai, masalah-masalah yang muncul diantaranya : Soal bocor, perjokian, Anggaran UN, Kecurangan-kecurangan dalam pelaksanaan UN.

Demi untuk menjaga nama baik (ditingkat sekolah, suku dinas/Kabupaten/Kota Madya bahkan sampai Dinasnya/Propinsi), demi untuk menaikan atau menjaga tingkat kelulusan di sekolahnya atau demi-demi yang lainnya kecurangan dilakukan, Apa sajakah kecurangan-kecurangan yang dilakukan pada Ujian Nasional ?

4 Modus Kecurangan UN :

1. Penggunaan jaringan komunikasi (telepon seluler),

(Kirim & terima jawaban melalui sms)

2. Penggunaan soal sisa,

(Soal sisa digunakan oleh guru dari sekolah yang bersangkutan yang tidak dikirim untuk menjadi pengawas silang spesial untuk guru yang mata pelajarannya sedang di ujikan/tim sukses sekolah untuk mencari jawaban yang kemudian jawabannya diberikan kepada siswa (diberikan dikelas dalam kertas kecil, disuruh diambil di wc (siswa pura-pura ke wc) atau dapat juga di isikan ke LJK siswa setelah selesai sebelum dimasukan ke Amplop dan dilem, mungkin bisa juga diisikan pada LJK kosong yang tersedia, dll.

3. Pengeleman Amplop Lembar Jawaban Komputer di luar ruangan kelas (di ruang panitia sekolah),

(Pengeleman dilakukan setelah LJK diperbaiki atau bahkan setelah ditukar dengan LJK yang diisikan oleh panitia khusus dari sekolah yang berbuat curang).

4. Proses Pengepakan Soal.

Sumber : http://www.kompas.com/ver1/Dikbud/0704/16/195752.htm

Modus lain :

1. Pembocoran kunci jawaban,

(Soal didapat pagi sekali, atau dari soal sisa yang kemudian dikerjakan oleh TIM SUKSES SEKOLAH)

2. Pengawasan UN yang longgar.
(Para pengawas pengawas UN dengan sengaja melonggarkan pengawasan sehingga para siswa punya kesempatan untuk saling mencontek atau menanyakan jawaban. Para pengawas UN di kelas lebih banyak menunggu di luar sembari membaca koran” ada yang dengan sengaja memberi kesempatan kepada para siswa untuk saling mencontek. Bahkan ada juga pengawas yang memberikan sejumlah jawaban soal-soal UN. )

Sumber :

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/062006/23/0701.htm

3 Modus Yang lain lagi :

1. Sebelum ujian nasional dilaksanakan. Cara yang dipakai dengan membocorkan soal. Misalnya pengakuan murid di Garut, mereka diperintahkan datang lebih awal ke sekolah agar bisa memperoleh jawaban dari guru.

 

 

2. Jawaban dibuat pada saat ujian. Biasanya dilakukan oleh tim, yang berisi guru bidang studi. Proses distribusi jawaban bervariasi, ada yang menggunakan telepon seluler, seperti yang terjadi di Cilegon. Dalam satu kelas, satu atau dua murid dijadikan sebagai simpul. Mereka bertugas menerima dan membagikan jawaban kepada yang lain melalui kode tertentu. Ada pula yang memakai kertas kecil atau kertas unyil. Murid mengambilnya di tempat yang sudah disepakati dengan tim.

 

 

3. Ketiga, tim bekerja setelah ujian nasional selesai. Biasanya murid diminta tidak menjawab pertanyaan yang dianggap sulit karena nantinya tim yang akan mengisi. Tapi ada pula yang membiarkan murid menjawab. Apabila salah, tugas tim sukses yang akan membetulkan.

sumber :

http://www.duniaesai.com/pendidikan/pend15.htm

Apakah masih ada lagi ?

Tentang Deni Triwardana

Staff Pengajar SMK Negeri 3 Jakarta, Mengajar Mata Diklat: Matematika dan Keterampilan Komputer Pengelolaan Informasi (KKPI)
Pos ini dipublikasikan di Berita, Informasi. Tandai permalink.

19 Balasan ke Kecurangan Pada Ujian Nasional

  1. Masih Ada Pak, Pengkonversian nilai yang gila-gilaan , dua tahun terakhir nilai UN matematika naik drastis, saya tidak komentar untuk Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia, Khusus Matematika saja deh karena saya mengajar matematika. Tau banget kemampuan anak-anak yang saja ajar sehari-harinya bloon eeeh gak tahunya dapat 10 di UN, gimana ayo?

  2. orido berkata:

    kok bisa sih UN bocor yah ??
    jwbnnya: apa sih yg gak aneh di indonesia?? klo hidup di indonesia itu mesti kreatif, klo ngga yah siap2 tersisih ato mati..
    hhhh.. indonesia ku..

  3. eko suprihan berkata:

    masalah bocor atau tidak itu masalah guru-guru yang banyak tersinggung dari keputusan pemerintah yang kagak fair, lagian guru yang udah susah-sasah ngajar selama 3 tahun hanya dinilai dengan 3 hari itu pun dihari2 terahir anak didiknya. palagi penilaianya malah dari jakarta yang notabene fasilaitas pendidikan jelas2 beda daridaerah.
    kalo pemerintah mau ningkatin mutu pendidikan sebenarnya tidak hanya ukuran nominal alias angka, uang biyaya spp yang dibebankan untuk peserta ya.. harusnya sistem pendidikan secara keseluruhan harus ditinjau ulang. tentang kebijakan2 semua harus mau di evaluasi. kasihan generasi penerusnya hanya akan menjadi sampa2, kalo pemerintah tidak mau ngadain pembenahan. esistesi guru sebagai manusia dan murid sebagai manusia juga buttuh di hargai bukah dipecundangi. guru harus bersatu untuk ngelawan pembodohan masyarakat yang silakukan oleh pemerintah lewat kebijakan.

    manusia biasa yang suka memeperhatikan pendidikan.

  4. Adi Nugroho berkata:

    Selain itu kadang2 walaupun guru sudah tahu kalau ada peserta yg mencontek tetap dibiarkan saja walaupun guru itu dari sekloah yg berbeda. mungkin juga iba karena ingat akan anak didiknya sendiri atau anak kandungnya yg sama2 sedang menjalani ujian

  5. willy berkata:

    wah pak denii..gimana dengan kecurangan yang dilakukan oleh pihak PDE – DKI pak yang hanya menyetor sejumlah uang .Ane pernah ngajar di smk pariwisata….wah luar biasa siswa hanya perlu membayar 700 rb,dijamin lulus dengan nilai 9 untuk masing-masing pelajaran..yupp kalo ga gitu apa yang menjadi daya tarik ke masyarakat nichhh,,begitu kata kepseknya ….

  6. Saya kira arogansi kementerian pendidikan harus segera dihentikan. Dominasi pusat yang tidak mau mendengarkan opini di daerah tentang pembenahan UAN justru makin memperburuk kualitas pendidikan kita. Kita perlu menggalang persepsi yang sama untuk itu. Terima kasih.

    Sarono Putro Sasmito
    Pemimpin Redaksi Buletin Suara Pendidikan Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan
    HP 08153801762

  7. Deni Triwardana berkata:

    @Bu Guru Matematika : komentar ibu sudah sering juga saya dapatkan dari sesama rekan guru matematika di Jakarta, faktor konversi memang belum menjadi polemik umum

    @Orido : UN bisa bocor ya bisa Mas… karena kreatifnya itu lho… kreatif membocorkan gitu…

    @Eko Suprihan : Sepertinya pemerintah memang harus mempunyai jalan keluar yang baik untuk masalah ini, apa Bapak punya saran yang lebih baik untuk ini?

    @Adi Nugroho : Yang Bapak katakan adalah benar yang sperti itu memang ada,dan sebenar itu sudah menyalahi aturan tapi yah…

    @Willy : wah… yang saya tahu PDE-DKI Jakarta gak gitu lho, tugasnya hanya scan LJK saja, masalah penilaian ada di PUSPENDIK DIKNAS, saya tahu karena saya pernah ikut memproses sewaktu ada masalah seorang siswa saya ikut UN, tapi nilai di satu mata ujiannya kosong padahal anak itu pintar di mata ujian yang kosong itu, yang akhirnya dapat diselesaikan dalam proses yang lamanya hanya dengan beberapa detik stelah memasukan nomor ujian sianak yang bersangkutan.

    @Sarono Putro Sasmito : Nah… Opini Bapak Bagaimana tentang UN ?

  8. Wong Komputer berkata:

    UN tetap masih perlu, tapi kalau pelaksanaan masih banyak kebocoran2 jadinya sia-sia saja. karena hasil UN tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. kalau mencermati angka hasil UN, hasil yang benar-benar mendekati kenyataan adalah hasil propinsi DIY dan Jawa Tengah. kata simbah ‘isih becik wong sing eling lan waspodo’

  9. Menurut saya lebih baik UN tidak perlu diadakan lagi soalnya ujian tersebut tidak lagi efektif seperti tujuannya semula.
    Namun dalam hal ini kita juga tidak bisa menyalahkan Guru saja.

  10. kiki berkata:

    iya kalo gada kecurangan bukan indonesia.sekarang mah sama-sama enak ajah…guru enak murid juga.lagian kalo ga lulus kan ga bisa ke perguruan tinggi.terus bisa depresi loh

  11. dari smanam cerbon berkata:

    emmmm… gmana yah…di sekolah favcorite aja terjadi kecurangan…alasan utamanya karena ujian nasional adalah satu-satunya penentu kelulusan maksudnya kalo kita ga lulus kita ga punya masa depan yang cerah.karena piagam sertifikat paket c ga diterima di beberapa univ. di indonesia.
    kalo pemerintah menganggap UN adalah salah satu cara untuk memperbaiki kualitas pendidikan di indonesia, itu salah banget….

    it’s so complicated

  12. luniansah berkata:

    ujian nasional itu sama skali tidak perlu.
    masa qta skula 3 tahun,,cuman d tentuin sm ujian yg cuman 3 hr??yg bner ajj??/truz,,brarti,,usaha qta dan hasil yg qta dpat slama 3 thn itu sia-sia???
    emang dr pusat tw gmn kualitas seseorang dlm pncapaian blajar??yg ntw kan psti’a dr pihak skula sndiri.???

    -get serious with it!it’s gonna be just futile!-

  13. kiechan berkata:

    ummm kyaknya…Modus pemerintah menambah bebarapa mata pel ya di uankan, semata-mata hanya karena mengejar proyek korupsinya. karena makin banyak mata pel yang di Uankan, dana yang dibutuhkan makin bertambah…ya ga kawannnn

  14. om nardi berkata:

    kalai pak menteri seenaknya bikin aturan yang dibawahpun bisa melakukan hal-hal yang seenaknya sendiri jadi biar imbang gitu. kalo un sih itu kepentingan politik bukan kepentingan siswa.

  15. om nardi berkata:

    agar tidak terjadi kecurangan gimana kalo yang ngawasin ujian itu pak polisi

  16. MONiiiic berkata:

    asLm …

    giiiiLaaa. … . . ..
    penghalalan segala caraa …
    tolong donk yang diusut jangan kasus2nya ajaaaa…
    coba diusut ..
    sudah tepatkah org2 yang menjadi pengambil keputusan di Indonesia …

    BELAJAR ITU PROSES …
    HEllllooo …
    terlihat seperti cuci tangan pula …

    coba donk beri penjelasan kepada smua siswa ttg UN yang sebenarnya ….

    huahahauhauauaaa
    kecurangan terjadi di depan mata.
    tapi pura2 g ada apa2 …

    tunggu aja hancurnya Indonesia ,,,,
    hikkksss3
    angkat donk di TV secara besar2an ..
    klo ga, akan berulang terus setiap tahun ..
    pas mw UN booommiing ..
    abis itu udah engggaaa …

    ya ga selesai2 atuh ..
    pak… bu ..
    peranan persnya juga donk ,,
    coba pertemukan perwakilan guru, pelajar, bila perlu sama BAPA MENTERI YANG TERHORMAT …

    biar kita ngerti ..
    i hope so ..

    maaf kl ada kt2 yang tidak berkenannnn..

    wasLm .

  17. Wahyu berkata:

    Sebagai guru Les saja saya merasa sangat dipermalukan karena sudah susah-susah membimbing siswa, ternyata pada pelaksanaa UN dapat bocoran kunci jawaban. Bagaimana dengan guru sekolah yang sudah membimbing muridnya selama hampir 3 tahun akhirnya ternoda oleh pelaksanaan UN yang tak ubahnya dagelan ini.

  18. Ade Irfan Santosa berkata:

    Saya pelajar yang baru ja ikut UAN tahun ne,,,melihat kondisi kecurangan yg demikian parahnya saya juga prihatin,,,saya telah mengirim artikel saya tentang kecurangan2 yg terjadi ke mendiknas dan itu akan saya tindak lanjuti dg aksi dg mahasiswa jogja (bru dlm pelobian) jika ini terus terjadi kapan indonesia akan bebas dari korupsi jika kita di didik melakukan kecurangan,,,UAN saat ne bukan lagi ujian kejujuran..tapi justru didikan untuk melakukan kecurangan…mohon dukungannya…jika anda memberikan email anda akan saya kirim opini saya yang saya sampaikan ke mendiknas…trimakasih

  19. Ade Irfan Santosa berkata:

    maaf ne email saya,,,tld.adegalur@yahoo.co.id
    mari kita perjuangkan perubahan untuk kebaikan kita di masa datang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s