Burungpun… Juga Harus disertifikasi

deni-triwardana-sertifikasi.jpgMemang sekarang sedang musim-musimnya sertifikasi, ada sertifikasi guru dan dosen, sekolah, makanan, pekerja profesional, manajer, wah… masih banyak lagi, lembaga-lembaga sertifikasipun banyak didirikan, tujuannya agar sesuatu yang telah disertifikasi itu menjadi syah dan mungkin menjadi legal atau bernilai atau apalah… pokoknya ada sertifikatnya gitu…

Beberapa sertifikat sudah saya miliki terus terang sertifikat-sertifikat itu saya dapatkan dengan tanpa niat dan ambisi untuk memilikinya. Semuanya saya anggap sebagai tantangan pada apa yang saya bisa selama ini untuk diukur sampai dimana kompetensi kemampuan saya ini tanpa melihat lembaga sertifikasinya bagaimana, kemudian siapa orang-orang yang mengujinya, dan atau bagaimana syah atau legal sertifikatnya. Maklum saya mendapatkannya dengan biaya gratis atas biaya dinas.

Dua sertifikat yang berkesan buat saya pertama sertifikat sebagai asesor KKPI dan kedua sertifikat sebagai guru matematika yang telah menjalani uji komptensi guru sebagai guru matematika di Provinsi DKI Jakarta.

Yang pertama, saya dapatkan atas dorongan dan tantangan dari kepala sekolah agar saya mengikutinya, dengan biaya dinas dari sekolah, Sertifikasi di lakukan di VEDC (Vocational Education Development Center) Malang, sertifikasi ini memakan waktu selama satu minggu dengan di uji secara teori dan praktek 9 modul kkpi dengan sekitar 19 kompetensi di dalamnya, saya lulus dengan hasil yang memuaskan. Saya melihat rekan-rekan yang mengambil sertifikasi ini penuh dengan perjuangan sehingga sebutannya adalah kkpi perjuangan karena memang untuk mendapatkannya (menurut teman-teman) penuh dengan perjuangan, karena biasanya dari jumlah yang ikut diuji hanya setengahnya yang bisa lulus.

Yang kedua, saya dapatkan karena memang wajib ikut, sebagai guru matematika yang mata pelajarannya di ujian nasionalkan maka gurunya di Uji kompetensikan. Sudah tiga kali di lakukan setiap dua tahun sekali, uji kompetensi yang pertama (thn 2001) hanya menyelesaikan soal-soal teori dengan mengisi lembar jawaban komputer.

Pada tahun itu saya ikut pada kelompok guru administrasi perkantoran karena mengajar komputer dan soal-soal yang banyak keluar tentang komputer (salah jurusan harusnya matematika). Walaupun tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan saya yaitu matematika tetapi hasilnya saya ada pada peringkat ketujuh se-Kotamadya -Jakarta Pusat.

Uji Kompetensi yang kedua (thn 2003) masih berupa teori juga tapi ada perkembangan dengan dimasukannya soal-soal tentang kurikulum didalamnya tidak seperti yang pertama langsung ke soal-soal kompetensi dari mata pelajaran yang diajarkan.

Diuji kompetensi yang ketiga baru lengkap karena Dinas Dikmenti bekerja sama dengan IKIP Jakarta (sekarang Universitas Negeri Jakarta) sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan (lembaga yang menghasilkan tenaga guru) ikut serta, sehingga di uji lengkap yaitu : Penguasaan Bidang Akademik, Pengelolaan Pembelajaran, Pengembangan Potensi Guru serta Sikap kerja dan Kepribadian. Sang penilaipun datang kedalam kelas menilai saya pada waktu mengajar.

Dua yang terakhir ini saya di uji sesuai dengan latar belakang pendidikan saya yaitu matematika dan hasilnya memuaskan walapun kecewa dengan adanya rekan yang bernilai dibawah nilai UN siswa (pertanda memang masih ada guru yang kurang bermutu).

Saya kira penting juga adanya kegiatan pengukuran (jika tidak mengambil sebutan sertifikasi) ini. sehingga kita dapat mengetahui sejauh mana kemampuan kompetensi kita terlepas siapa lembaganya, siapa pengujinya, berhak aatau tidak berhak dia menguji, legal atau ilegal hasilnya.

Itu untuk suatu kemampuan kompetensi, untuk makanan ada sertifikasi halal (dilakukan oleh MUI), untuk sekolah (oleh BAS, Badan Akreditasi Sekolah), dan masih banyak lagi.

Kita jika tahu ikan Arwana yang baguspun harus disertifikasi dan punya sertifikasi tersendiri, yang terakhir ini setelah heboh flu burung, Burungpun…Juga harus disertifikasi.

Iklan

Tentang Deni Triwardana

Staff Pengajar SMK Negeri 3 Jakarta, Mengajar Mata Diklat: Matematika dan Keterampilan Komputer Pengelolaan Informasi (KKPI)
Pos ini dipublikasikan di Pengalaman. Tandai permalink.

11 Balasan ke Burungpun… Juga Harus disertifikasi

  1. wahyu berkata:

    Baru sekali ikut sertifikasi oleh direktorat tapi hasilnya udah dua tahuan ini ngak tahu ? halah 😦
    yang jelas disuruh ikut pelatihan yang waktunya 1 minggu, konon katanya itu yang paling pendek waktuna, sebab teman teman ada yang harus ikut pelatihan sampe 1 bulan lamanya, halah

  2. Deni Triwardana berkata:

    Mungkin hanya untuk proyek direktorat Kang, Alhamdulillah beberapa kali ikut sertifikasi saya selalu dapat hasil berupa sertifikat yang didalamnya tercantum nilai-nilai uji yang dicapai.

  3. prayogo berkata:

    Kok saya jarang sekali mengumpulkan sertifikasi seperti itu ya. Kadang kalau proses dapatnya susah maka saya akan tinggalkan saja, saya males untuk mengurus2nya…..

  4. Deni Triwardana berkata:

    Wah Pak Prayogo kan lumayan buat referensi, tambah lagi kalau guru pns seperti saya untuk menambah kredit point kenaikan pangkat lho…

  5. senyumsehat berkata:

    Hallo pak guru salam kenal thanks sudah mampir blog saya,
    Ya memang uji kompetensi sudah jd standar profesi ya… mungkin tujuannya untuk continuing education.

    Tapi di Indonesia itu murid2 lebih pinter matematika drpd di US, disini ngitung bisa pake calculator yg penting memahami,dr TK sudah di ajar konsep aljabar, geometri,pembulatan, aritmatika dsb… nanti kesananya ya begitu2 aja cuman kadarnya lebih berat.

  6. Deni Triwardana berkata:

    Wah terima kasih Bu Dokter sudah mampir ke blog saya, kalau boleh tahu apakah di US ada Ujian Nasional seperti di Indonesia (UN) ? dan Matematika menjadi bagian di dalamnya

  7. Kang Kombor berkata:

    Pak, Salam kenal. Hehehe… ternyata saya kalah sama burung. Saya nggak punya sertifikat apa-pun je…

  8. Deni Triwardana berkata:

    Wah… Mas Arif Alumni Taruna Nusantara Tho… berarti sama dengan Rommy Satrio Wahono selamat berkunjung Mas, gak percaya deh kalau gak punya sertifikat

  9. Suhardi Hp berkata:

    Sertifikasi tentu bagus jika dilakukan secara transparan, terbuka, dan “tidak mempersulit”. Tapi kalau akhirnya diciptakan seolah-olah sulit mendapatkan, maka yang terjadi ya seperti proses pengurusan SIM di “Jakarta” terutama, yang seringkali dijadikan obyek pungli oknum-oknum polisi ! … habis, lewat jalur resmi susahnya minta ampun, ujian praktek dijadikan alasan yang lajim untuk tidak meluluskan pemberian SIM … maka banyak yang akhirnya tak usah ikut ujian praktik…, yang penting lulus, asal tahu aturan main “curangnya”… kalau gak tahu.. gampang, di sana banyak pemandunya khok…. TAPI KITA TETAP HARUS MELAWAN YANG SEPERTI INI … Kalau aku lebih suka tidak usah memiliki SIM tapi bisa naik motor daripada punya SIM tembak tapi grubyak-grubyuk di jalanan yang bisa mencelakakan diri sendiri dan orang lain… ha..ha..ha…
    Intinya, jangan membuat urusan-urusan yang seharusnya mudah menjadi sulit. Apalagi “kesulitan” yang sengaja diciptakan agar ada celah untuk mencari untung ….

  10. Eny Handayati berkata:

    Sertifikasi tentunya sangatlah penting untuk kita para guru disamping sebagai uji kemampuan juga sebagi acuan apakah kita layak untuk memberikan materi kepada siswa atau tidak. saya juga pernah ikut sertifikasi KKPI meski hasilnya kurang memuaskan & harus mengulang ujian berikutnya. tapi saya dapat pengalaman yang sangat berharga dengan mengikuti sertifikasi ini

  11. Partoni Budiman berkata:

    Saya pernah mengikuti sertifikasi KKPI untuk instruktur/guru, alhamdullilah hasilnya cukup memuaskan. Tetapi di dalamnya berlaku hanya 3 tahun (des 2008 ini habis masa berlaku). Saya binggung apa masih perlu untuk sertifikasi lagi ? dan bagaimana biayanya ? Karena dulu saya ikut biaya dari dinas.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s