Untuk Bangsa Sendiri

deni-triwardana-merah-putih.jpgMelihat Iklan minyak pelumas Mesran Pertamina kita akan berfikir memakai produk bangsa sendiri keuntungannya adalah untuk bangsa sendiri, jika dipikir-pikir benar juga, jika kita menggunakan produk luar negeri atau yang berlisensi luar negeri keuntungannya apakah untuk bangsa kita sendiri ?

Tapi yah… kan tergantung mutunya juga ya, jika produk bangsa sendiri bisa diandalkan kenapa tidak kita pakai ?

Menurut rekan saya yang sudah ke Korea Selatan, bangsa Korea sangat bangga dengan produk barang-barang produksi mereka sendiri mulai dengan perangkat elektronik sampai kendaraan. Semuanya mereka pakai dalam kehidupannya sehari-hari

Sampai saat ini saya mencoba menginventarisir kira-kira barang-barang apa saja yang sudah diproduksi oleh negeri ini, mereknya apa saja, dan mutunya bagaimana, terus dalam keseharian barang apa saja yang produk dalam negeri yang sudah saya gunakan dan merasakan sendiri bagaimana mutunya. Bagaimana dengan Anda ?

 

 

Tentang Deni Triwardana

Staff Pengajar SMK Negeri 3 Jakarta, Mengajar Mata Diklat: Matematika dan Keterampilan Komputer Pengelolaan Informasi (KKPI)
Pos ini dipublikasikan di Opini. Tandai permalink.

3 Balasan ke Untuk Bangsa Sendiri

  1. de King berkata:

    Seperti Malaysia yang juga sangat bangga dengan Proton-nya ya?
    Untuk hal yang sepele saja, makanan misalnya Indonesia lebih senang dan bangga bisa makan di restoran cepat saji cap asing daripada makan nasi uduk dll. Itu hanya masalah makanan lho…
    BTW di sini (Belanda) saya sering menemui baju made in Indonesia…tapi sayangnya merknya sudah diganti nama toko yang menjualnya walaupun masih ada keterangan made in Indonesia.
    Sebenarnya hal itu menunjukkan kalau kita bisa menghasilkan barang dengan kualitas yang bagus, cuma masalahnya ya itu …kebanggaan dari bangsa kita yang sangat rendah

  2. Deni Triwardana berkata:

    Harus kita pikirkan bagaimana caranya menaikkan kebanggaan itu, ayo Mas menurut Mas bagaimana ?

  3. willyedi berkata:

    Mau bangga berbahasa Indonesiyah. Banyak yang campurkode dengan bahasa nginggris.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s