Kenapa Dengan Alih Fungsi ?

 

alihfungsi.gifMenurut Undang-undang Guru dan Dosen, yang dituntut dari seorang guru yaitu harus memiliki 4 kompetensi: kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian, kesemuanya akan diuji sertifikasi.

Kompetensi pedagogik diperoleh melalui proses pendidikan ketika kita belajar di IKIP/FKIP(sblm berubah jadi universitas) dan dibuktikan dengan sertifikat mengajar AKTA IV, untuk Kompetensi sosial dan kepribadian bisa dibangun melalui proses pembelajaran di luar bangku sekolah dan pengalaman, sedangkan kompetensi profesional sebenarnya sudah diperoleh ketika kita memutuskan jurusan apa yang dipilih saat belajar dibangku kuliah.

Pada masa sekarang ini ada jurusan-jurusan di sekolah menengah kejuruan yang sudah jenuh/banyak keberadaannya atau bahkan malah dibubarkan ! karena sudah tidak dibutuhkan lagi keberadaannya untuk dunia usaha dan industri dengan begitu apakah guru-gurunya harus di phk ?

Pada masa sekarang ini juga dibuka jurusan-jurusan baru sesuai dengan kebutuhan permintaan dunia usaha dan industri (khususnya Teknologi Informatika dan Komunikasi) sehingga pengadaan guru untuk bidang yang baru dibuka ini kurang memenuhi syarat. Misalnya ada guru yang mengajar komputer di SMK atau di SMA dengan bekal dasar kursus Microsoft Office saja atau guru komputer hanya bekal murni ilmu komputer tanpa sertifikat mengajar akta IV (tidak memiliki kompetensi pedagogik karena tidak di programkan untuk jadi guru). salah satu masalah di atas dapat di buat jalan keluarnya yaitu dengan program sertifikasi alih fungsi. dalam konteks yang lebih luas. Tidak hanya untuk guru TIK saja. Beberapa propinsi di luar Jakarta misalnya Kalimantan, Sumatera dll, program alih fungsi dlakukan dengan cara mengirimkan guru-guru yang akan alih fungsi ke P3GK yang ada. Sedangkan bagi guru TIK yang memang murni dengan gelar S.KOM atau M.KOM , dan ingin menjadi guru atau dosen TIK tapi belum mempunyai sertifikat mengajar akta IV demi untuk memenuhi tuntutan undang-undang maka harus mengikuti sertifikasi mengajar akta IV.

Iklan

Tentang Deni Triwardana

Staff Pengajar SMK Negeri 3 Jakarta, Mengajar Mata Diklat: Matematika dan Keterampilan Komputer Pengelolaan Informasi (KKPI)
Pos ini dipublikasikan di Opini. Tandai permalink.

4 Balasan ke Kenapa Dengan Alih Fungsi ?

  1. ELITRA berkata:

    Itulah kenyataannya mata pelajarannya sudah ada tapi gurunya tidak ada. Saya tertarik dengan topik ini. Bagaimana seorang S.Kom bisa mengajar tanpa ilmu pedagogik dan bagaimana seorang guru yang berlatar belakang pedagogik dan sedikit ilmu komputer dapat mengajar TIK ?. Saya ingin tahu sudah adakah lulusan guru pendidikan TIK ini. Yang saya tahu, UNP tahun ajaran ini baru saja membuka jurusan pendidikan TIK. Dan…. bagaimana ya dengan dosen pengajarnya apakah sudah memenuhi kompetensi sebagai Dosen Pendidikan TIK…?.

  2. Slamet Wardoyo berkata:

    Ibarat Produknya sudah dipasarkan tapi pabriknya belum dibuat!! ini yang saya alami juga!! bagaimana solusinya bila hanya D3 Teknik Komputer? lngin kuliah lagi, programnya reguler, tentunya meninggalkan kewajiban, saya berperang dg nurani, akhirnya saya ambil jurusa Fisika S1 UT, entah bagaimana nantinya? mohon saran dan petunjuknya dari rekan-rekan semua!!

  3. Ryan berkata:

    Sebenarnya itu berpulang ke Pemerintah kita ini.. Kenapa TIK itu sudah masuk ke Kurikulum padahal Untuk tenaga ke situ tidak disediakan?? menurut saya 65% di indonesia Guru TIK SD, SMP, SMA berlatar belakang Komputer tetapi Honorer terus. Atau Latar Belakang Komputer yang mengambil Akta IV dari jalur transfer ke jurusan lain dengan Gelar S.Pd, bahkan ada juga berlatar belakang yang bertolak belakang sama sekali dengan komputer alias pengalaman yang menjadi tenaga pengajar di Instansi Tersebut (Apakah itu maksimal??) Menurut saya harusnya pemerintah membuat suatu peraturan yang mengangkat Guru TIK di SMP SMA atau yang lain supaya setara dengan Akta IV dengan cara yang gimana gitu.. Gitu aja ko Repot.. Saya (S.Kom) juga adalah korban seperti ini.. Sampai sekarang masih honorer mulai tahun 2005. Amboi Capek deh.. Masa ga ada Konsistensi dari pemerintah?? kapan Teknologi Indonesia Maju??? Semoga Pemerintah Membuka Mata Bagi guru2 TIK yang berlatar belakang Murni Komputer.

  4. edi berkata:

    Harapanya, khusus guru TIK yang pendidikannya berlatar belakang komputer untuk tidak di wajibkan memiliki akta pengajar. karena apa? ya gimana bisa, orang pabriknya ja blm ada. mudah2n pemerintah menanggapi masalah ini.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s