Alhamdulillah masih ada Pak Budi Rahardjo yang menganalis dengan bagus atas komentar Pak Sofyan Djalil sang Menkominfo di Koran Tempo. Pada Blognya dengan tepat sasaran berdasarkan pengalamannya, sepertinya memang Pak Sofyan Djalil mengada-ada atau memang kurang pengalaman dibidang TI khususnya pada os. Linux, atau lagi apakah staff ahlinya yang kurang berpengalaman atau tidak memberikan masukan yang tepat.
Sungguh Benar, analisis Pak Budi Rahardjo atas 3 alasan Pak Sofyan Djalil.
Pertama :
Kehebatan dari Linux adalah dia bisa dipasang pada mesin dengan spek yang lebih rendah daripada yang dibutuhkan untuk sistem operasi Windows XP. ( Jadi Memang Tidak Perlu di Upgrade )
Kedua :
Mau pakai open source atau proprietary seperti MS Windows tidak ada bedanya kebutuhan SDM. Kebanyakan orang berfikir bahwa menggunakan dan mengelola MS Windows lebih mudah, padahal sama saja. Yang sering terjadi adalah sistem yang berbasis MS Windows kelihatannya jalan, padahal penuh dengan masalah (mulai dari bervirus sampai dengan mudahnya disusupi sehingga data-data rahasia bisa bocor). Dengan kata lain – apa-pun sistem operasinya – memang SDM di kantor pemerintahan masih rendah kemampuannya, tapi ini bukan alasan untuk memilih proprietary.
Saya cetak tebal analis Pak Budi Rahadjo karena menurut saya di Dunia usaha sudah banyak yang berani migrasi dengan mentranining seluruh karyawan dengan os. Linux ( Pengalaman Alumni dari sekolah kami yang sudah berkerja di DU/DI ) . Tambah lagi siswa dari sekolah kami yang praktek kerja di kantor-kantor pemerintah melihat hal ini : memang SDM di kantor pemerintahan masih rendah kemampuannya.
Ketiga :
soal kesulitan dukungan driver bagi perangkat pendukung, juga kurang tepat. Semua sistem operasi mengalami hal yang sama.
Disini Jelas tidak hanya di os. Linux pada Os Windows pun berlaku kesulitan driver, tapi toh bisa dicari di Internetkan ?
Saya masih menunggu alasan lain dari Pak Sofyan Djalil, atau saya sarankan Pak Sofyan Djalil berkonsultasi dulu dengan Pak Budi Rahadjo untuk mendapatkan alasan yang tepat. Bagaimana Pak Budi ?
& Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar




























Saya pernah komentar tentang hal ini ditulisan mico kelana tentang hal serupa. Kalau kondisi menkominfo seperti itu, saya juga bisa donk jadi menteri kominfo. Sebab sama2 tidak tahu apa2 tentang open source. Hehehe
Ya Begitulah Pak Urip, Jika Saja beliau punya sataff ahli yang bagus, maka 3 alasan itu tidak keluar, sepertinya benar yang Pak Urip Katakan mungkin Menkominfo saat ini tidak tahu apa2 tentang open source
Saya juga menulis beberapa opini tentang MOU dengan judul:
MOU Indonesia dg Microsoft : Proses pengambilan keputusan yang patut dipertanyakan kualitasnya..
MOU Indonesia dg Microsoft: Kecewa terhadap hasil pertemuan aktivis OSS dengan Menkominfo
MOU Indonesia dg Microsoft: Kita butuh adanya Management Audit terhadap Kebijakan yang mendasari MOU
MOU Indonesia dg Microsoft: DetikNet : Microsoft Diundang Masuk Dewan TIK
MOU Indonesia dg Microsoft: Apa benar MOU hasil kesepakatan semua Menteri?
silahkan mampir ke http://ariefgaffar.wordpress.com